Sopir Tertidur Diduga Jadi Penyebab Tabrakan Maut Dua Bus TransJakarta

- Selasa, 24 Februari 2026 | 07:30 WIB
Sopir Tertidur Diduga Jadi Penyebab Tabrakan Maut Dua Bus TransJakarta

Tabrakan maut dua bus TransJakarta di jalur layang koridor 13, Cipulir, ternyata berawal dari hal yang sepele namun fatal: sopirnya ketiduran. Insiden yang dijuluki 'adu banteng' ini terjadi Senin pagi lalu, tepatnya pukul 07.15 WIB, dan membuat puluhan penumpang terluka.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ceritanya begini. Pengemudi bus dengan inisial Y mengakui dirinya tertidur di balik kemudi. Bus yang dikendalikannya pun oleng, masuk ke jalur lawan arah, dan akhirnya bertabrakan frontal dengan bus lain dari arah berlawanan.

"Y mengakui tertidur saat mengemudi," jelas AKBP Ojo Ruslani dari Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng," tambahnya.

Nah, soal konsekuensinya, PT TransJakarta sudah angkat bicara. Perusahaan transportasi itu memastikan sang pramudi yang ketiduran bakal kena sanksi. Tapi, ternyata bukan cuma dia yang harus bertanggung jawab.

"Pastinya kena sanksi," tegas Tjahyadi Dermawan, Humas TransJakarta.

Menurut Tjahyadi, pihaknya masih mendalami duduk perkara sebenarnya. Yang jelas, operator sebagai penanggung jawab operasional bus juga tak akan lepas dari hukuman.

"Bukan cuma pramudinya, operatornya pun akan kena sanksi. Saat ini tengah diinvestigasi untuk mengetahui akar masalahnya," ujarnya.

Di sisi lain, Tjahyadi menyoroti pentingnya kejujuran dan pengawasan. Seharusnya, kalau kondisi tubuh lagi nggak fit, seorang pramudi mesti berani bilang dan meminta untuk tidak bertugas. Itu sisi dari pengemudinya.

"Karena seharusnya pramudi harus fit selama bertugas, jika merasa kurang fit harus jujur dan minta tidak bertugas," paparnya.

Lalu, dari sisi operator? Mereka dianggap punya andil besar. Pengawasan terhadap kebugaran awak bus selama bertugas dinilai kurang ketat. Insiden ini, kata Tjahyadi, kemungkinan besar terjadi karena kontrol itu tidak berjalan.

"Sisi operator, mereka harus melakukan kontrol kebugaran selama pramudi bertugas, adanya case ini kemungkinan hal tersebut tidak dilakukan," sambung Tjahyadi.

Jadi, ada dua pihak yang sedang dalam sorotan sekarang: sang sopir yang kecapekan sampai tertidur, dan operator yang diduga lalai mengawasi. Sementara puluhan penumpang yang jadi korban harus menanggung akibatnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar