Sabtu, 7 Maret 2026, udara di Teheran terasa tegang. Dari markas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sebuah pernyataan menantang dilayangkan. Mereka menyatakan sedang menunggu benar-benar menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat yang rencananya akan mengawal kapal-kapal lewat Selat Hormuz. Jalur sempit itu, yang jadi urat nadi minyak dunia, kini makin bergejolak.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, tak banyak bertele-tele. Ia mengaku pihaknya sedang mencermati persiapan Angkatan Laut AS. "Kami menunggu kehadiran mereka," ucapnya singkat. Pernyataan itu seperti jawaban langsung dari pernyataan Menteri Energi AS yang sebelumnya bilang, pengawalan kapal akan dilakukan "segera setelah situasinya memungkinkan."
Namun begitu, nada Naini tidak cuma menantang. Ada peringatan yang jelas terselip. Ia menyarankan Washington untuk melihat ke belakang, mempertimbangkan sejarah sebelum bertindak.
Begitu katanya, seperti dilaporkan kantor berita Fars. Peringatan itu menggantung, mengingatkan pada babak-babak konflik lama yang berakhir dengan kerusakan dan asap hitam di laut.
Artikel Terkait
Mobil Belajar Nyetir Terperosok ke Saluran Air di Matraman
492 Dapur Gizi di Sumatera Ditutup Sementara Mulai 9 Maret 2026
Sheila Dara Aisha: Dari Pendamping Vidi Aldiano Hingga Pemenang FFI 2025
Rapper Balendra Shah Kalahkan Mantan PM Oli di Pilkada Nepal