Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:15 WIB
Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI

Suasana hangat terasa di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Sabtu (7/3/2026) sore. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, hadir dalam acara buka puasa bersama yang digelar partai tersebut. Menariknya, Pramono mengaku merasa sangat nyaman setiap kali berkunjung ke sana.

"Terus terang saya datang ke Partai Golkar dua kali, sudah merasa seperti di rumah sendiri," ucapnya dalam sambutan.

Rupanya, undangan untuk berbuka puasa itu langsung diiyakannya. Saat diminta hadir oleh Sekretaris DPD Golkar DKI, Basri Baco, Pramono tak berpikir panjang. "Sehingga dengan demikian begitu Pak Basri Baco menyampaikan kepada saya untuk hadir, tanpa berpikir panjang lebar sedikit pun saya bilang, 'Ya, saya pasti hadir'," jelasnya.

Acara itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh. Tampak hadir Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, dan tentu saja Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar. Banyak juga pengurus dan kader lain yang hadir memadati tempat.

Di tengah suasana santai itu, Pramono sempat memaparkan beberapa program prioritas Pemprov DKI. Fokusnya ada di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sama sekali tidak akan dikurangi. Baginya, pendidikan adalah kunci untuk memutus lingkaran ketidakberuntungan dalam keluarga.

"Tadi saya dengan Ketua DPRD bisik-bisik, hal berkaitan dengan KJP dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, jumlahnya tidak ada yang dikurangi satu pun," tegas Pramono.

Di sisi lain, dukungan untuk program-program Pemprov DKI pun disampaikan oleh Golkar. Ketua DPD Partai Golkar DKI, Ahmed Zaki Iskandar, menyatakan pihaknya bakal mendukung berbagai program yang berdampak positif bagi warga Jakarta.

"Ya tentunya program-program untuk kemaslahatan masyarakat, dari program pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, peningkatan ekonomi, tentunya itu menjadi program yang baik buat masyarakat dan tentunya kita dukung," kata Zaki.

Dukungan ini, menurutnya, sejalan dengan arahan dari pusat. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, disebutnya selalu menekankan agar kader di daerah turut menyukseskan program pemerintah. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Ketua Umum kami, Pak Bahlil Lahadalia selalu menekankan untuk Golkar di wilayah itu semua mendukung program-program pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, kemudian juga ekonomi masyarakat," ujarnya.

Namun begitu, Zaki menegaskan bahwa dukungan bukan berarti tanpa koreksi. Golkar tetap akan menyampaikan masukan dan kritik jika menemukan kekurangan dalam pelaksanaan program di daerah. Itu bagian dari fungsi pengawasan agar kebijakan bisa berjalan lebih optimal.

"Bukan berarti tidak melakukan saran dan juga kritik terhadap pembangunan, tapi tetap itu kita lakukan dalam konteks apabila masih ada ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam pelaksanaannya," ucapnya.

Ada satu catatan khusus yang ia sampaikan. Zaki mengingatkan pentingnya proses verifikasi atau penyisiran penerima bantuan sosial. Harus tepat sasaran.

"Jangan sampai pada saat proses penyisiran ini justru yang membutuhkan malah tidak dapat, yang statusnya atau kondisinya sudah punya justru malah dapat," imbuhnya. Poin ini ia anggap krusial agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar