Perdebatan soal anggaran negara kembali memanas. Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibanding-bandingkan dengan anggaran untuk pendidikan tinggi. Perbandingan yang beredar luas di media sosial ini benar-benar menyulut diskusi.
Sebuah visual yang viral menyajikan angka-angka yang bikin mata berkedip. Disebutkan, dana MBG untuk satu hari saja mencapai Rp 1,2 triliun. Kalau dihitung untuk sebulan asumsikan 20 hari sekolah anggarannya bisa melambung hingga Rp 24 triliun.
Nah, angka sebesar itu lalu dibandingkan dengan sesuatu yang jauh berbeda: biaya pendidikan gratis di ITB. Menurut perhitungan yang sama, Rp 21,2 triliun disebut bisa membiayai kuliah gratis di kampus ternama itu selama empat puluh tahun! Dengan dana segitu, diperkirakan sekitar 212 ribu sarjana bisa dilahirkan.
Perbandingan yang kontras ini, tentu saja, langsung memantik pertanyaan besar. Ke mana sebenarnya arah prioritas kebijakan anggaran kita?
Pemerintah punya argumennya sendiri. Program MBG digadang-gadang sebagai solusi darurat. Tujuannya jelas: meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan mencegah stunting, masalah kesehatan yang sudah mengakar. Ini adalah langkah cepat untuk mengatasi masalah yang ada di depan mata.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Konflik Timur Tengah
BSI Bone Luncurkan Program Bone Berhaji, Diapresiasi Bupati
Ali Larijani Dipercaya Kendalikan Iran Usai Kematian Khamenei dalam Serangan
Bupati Tinjau Persiapan Lahan 300 Hektare untuk Kampung Produktif di Bone