Uni Emirat Arab memutuskan untuk menutup kedutaannya di Teheran. Tak cuma itu, mereka juga menarik duta besarnya dari Iran. Langkah drastis ini, menurut pemerintah UEA, adalah respons langsung atas serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah mereka.
Lewat pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA mengonfirmasi penutupan kedutaan dan penarikan seluruh staf diplomatiknya. Mereka menyebut serangan Iran itu terang-terangan dan tak bisa ditolerir.
“Ini adalah tindakan agresi terhadap situs sipil,” begitu bunyi pernyataan itu, yang menyebutkan daerah permukiman, bandara, dan pelabuhan sebagai target. Menurut mereka, serangan semacam ini jelas membahayakan nyawa warga biasa.
Menurut sejumlah saksi, salah satu lokasi yang kena dampak adalah Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi. Serangan ini dinilai sebagai eskalasi yang berbahaya dan sama sekali tidak bertanggung jawab.
Pemerintah UEA merasa langkah Iran itu telah melanggar kedaulatan nasional mereka. Bahkan, mereka menilai ini sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Di sisi lain, ada alasan lebih luas di balik keputusan ini. Pemerintah UEA menilai pendekatan Iran selama ini agresif dan provokatif. Sikap itu dianggap merusak segala peluang untuk meredakan ketegangan.
“Pendekatan semacam ini justru mendorong kawasan ke jalur yang sangat berbahaya,” tambah pernyataan kementerian. Mereka khawatir stabilitas regional bahkan keamanan energi global bisa terancam.
Jadi, penutupan kedutaan ini bukan sekadar reaksi spontan. Ini adalah pesan politik yang keras, sebuah langkah yang mencerminkan betapa runcingnya hubungan kedua negara saat ini.
Artikel Terkait
Banjir Landa Delapan Kampung di Cigudeg Bogor, 199 Rumah Terendam
Ibu di Tangerang Tewas Dibunuh, Anak Tiri Ditangkap sebagai Tersangka
Gubernur DKI: Perdamaian Global Berawal dari Komitmen Tiap Individu
Keluarga Pemulung Yogyakarta yang Viral Ditempatkan di Yayasan Bumi Damai