Kedutaan Besar Amerika Serikat di Qatar mendadak mengeluarkan peringatan keras. Mereka mengizinkan bahkan menganjurkan staf diplomatik non-darurat dan keluarganya untuk segera angkat kaki dari negara itu. Langkah ini diambil tak lama setelah Iran melancarkan serangan balasan menyusul aksi militer AS dan Israel.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Minggu waktu setempat, izin itu diberikan menyusul meningkatnya ancaman keamanan. "Departemen Luar Negeri memberikan izin kepada para pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga para personel pemerintah itu untuk meninggalkan Qatar karena risiko keselamatan," begitu bunyi pengumuman itu, seperti dilansir AFP.
Tak cuma itu. Peringatan perjalanan juga dikeluarkan untuk warga AS biasa. Mereka diminta mempertimbangkan ulang rencana berkunjung ke Qatar, mengingat potensi konflik bersenjata yang kian nyata.
Memang, Qatar bukan sekadar tetangga biasa di Timur Tengah. Negeri ini menjadi salah satu lokasi penempatan pasukan AS yang cukup signifikan. Makanya, tak heran jika Qatar masuk dalam daftar target pembalasan Iran.
Serangan Iran sendiri sudah dimulai sejak Sabtu lalu. Dari laporan di lapangan, asap tebal terlihat membubung dari pangkalan AS di Abu Dhabi dan Manama, Bahrain markas Armada Kelima AL AS. Kuwait juga tak luput dari serangan.
Dan yang paling mencolok: Pangkalan Al Udeid di Qatar, yang notabene merupakan pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, juga ikut dihujani. Situasinya jelas makin panas.
Artikel Terkait
Komisaris Meryana Hartono Mundur dari Indonesian Paradise Property
Polisi Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
KPK Soroti Delapan Kelemahan Krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis
Operasi Besar-besaran DKI Tangkap Lebih dari 1 Ton Ikan Sapu-Sapu