Debut 17 Tahun, Pemain Termuda Timnas Indonesia Menangis Haru Usai Lagu Tanah Airku Berkumandang

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:00 WIB
Debut 17 Tahun, Pemain Termuda Timnas Indonesia Menangis Haru Usai Lagu Tanah Airku Berkumandang

Momen bersejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat malam lalu tidak hanya diwarnai kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman, tetapi juga sebuah peristiwa emosional yang mencuri perhatian publik. Seorang remaja berusia 17 tahun, Mathew Baker, menjadi pusat sorotan setelah air matanya tumpah begitu lagu “Tanah Airku” berkumandang di akhir pertandingan. Di balik tangisan itu, tersimpan kisah debut yang akan dikenang sepanjang kariernya.

Baker, pemain keturunan Indonesia-Australia yang saat ini membela Melbourne City, resmi menjalani laga perdananya bersama Timnas Indonesia senior dalam laga FIFA Matchday tersebut. Ia masuk lapangan pada menit ke-79 menggantikan kapten tim, Rizky Ridho, saat Indonesia sudah dalam posisi unggul. Debut ini bukan sekadar penampilan biasa; Baker mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pemain termuda yang pernah memperkuat tim senior Garuda, dengan usia 17 tahun 23 hari. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kakadi, yang debut pada usia 17 tahun 3 bulan 7 hari.

Namun, bukan rekor yang paling membekas di hati Baker. Pemain bertahan tersebut mengaku momen paling emosional justru terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Saat para pemain berdiri bersama menyanyikan lagu “Tanah Airku”, seluruh perasaan yang selama ini ia pendam seolah pecah dalam satu waktu.

“Perasaan saat saya masuk sebagai pemain pengganti hari ini benar-benar sulit digambarkan. Bahkan sampai sekarang, semuanya masih terasa seperti mimpi,” ujar Baker kepada wartawan di mixed zone SUGBK, Sabtu (6/6/2026).

“Saya rasa kalian bisa melihatnya saat kami menyanyikan ‘Tanah Airku’. Semua emosi saya langsung keluar. Tapi ya, saya benar-benar sangat bahagia,” lanjutnya.

Meski berhasil menorehkan rekor, Baker mengaku masih kesulitan mencari kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya. Menurutnya, kebahagiaan dan kebanggaan yang ia rasakan saat ini bahkan melampaui apa yang bisa diungkapkan melalui kata-kata.

“Bahkan kata ‘bahagia’ rasanya masih belum cukup untuk menggambarkan perasaan saya saat ini. Kata ‘bangga’ juga rasanya belum cukup, sejujurnya. Ini adalah perasaan yang luar biasa karena sekarang saya bisa mencatatkan rekor itu dan saya benar-benar sangat bangga,” ungkapnya.

Baker juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada pelatih John Herdman yang telah memberinya kesempatan bergabung dalam pemusatan latihan hingga akhirnya menjalani debut bersama tim senior. “Saya sangat berterima kasih kepada Coach John karena telah membawa saya ke pemusatan latihan dan memberi saya kesempatan bermain malam ini. Semoga ini menjadi yang pertama dari banyak kesempatan lainnya,” katanya.

Malam istimewa Baker semakin sempurna karena Timnas Indonesia sukses meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman. Tiga gol kemenangan Garuda dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-12, Ole Romeny menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-76. Hasil tersebut tidak hanya memperpanjang tren positif Indonesia, tetapi juga mengakhiri penantian panjang. Untuk pertama kalinya dalam 38 tahun, Timnas Indonesia berhasil menaklukkan tim asal Timur Tengah dalam pertandingan internasional.

Sementara itu, perjalanan skuad Garuda pada FIFA Matchday Juni 2026 belum berakhir. Tim asuhan John Herdman masih akan menghadapi Mozambik di SUGBK pada 9 Juni mendatang. Jika kembali meraih kemenangan, Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan poin berharga yang dapat mendongkrak posisi mereka dalam ranking FIFA.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar