Ribuan like mengalir di unggahan Facebook Kimberly Rebecca. Kontennya sederhana: sebuah desakan agar Pandji Pragiwaksono segera membuat sekuel dari pertunjukan stand-up comedy-nya, "Mens Rea". Menurut sang influencer, masih terlalu banyak pejabat negara yang layak jadi bahan tertawaan.
“Pandji perlu lanjutin nih dengan Mens Rea 2,” tulisnya. Alasannya jelas: bahan kritik masih sangat berlimpah.
Desakan itu muncul bukan tanpa alasan. "Mens Rea" sendiri, yang tayang perdana di Netflix akhir Desember 2025 lalu, langsung melesat jadi tayangan nomor satu di Indonesia. Suksesnya menggambarkan betapa materinya menyentuh saraf banyak orang.
Lalu, apa sebenarnya isi pertunjukan itu? Intinya, Pandji menyoroti carut-marut politik dan sosial pasca Pemilu 2024 dengan pedas. Gaya satirnya tak pandang bulu, menguliti perilaku elite, praktik kekuasaan, sampai dampaknya yang dirasakan rakyat kecil.
Salah satu bagian yang paling disorot adalah sindirannya pada kasus mantan jenderal polisi yang terjerat narkoba. Pandji mengemas ironi ini jadi lelucon getir, seolah-olah sang jenderal berdiri ‘di tepi jurang’. Tak cuma itu, ia juga menyentil praktik pencucian uang yang melibatkan oknum berpangkat, dengan menyebut nama Raffi Ahmad sebagai contoh kasus di dunia hiburan.
Di sisi lain, politik balas budi pasca Pilpres 2024 jadi sasaran empuk berikutnya. Pandji mengkritik habis koalisi partai yang awalnya berseberangan, tapi akhirnya beramai-ramai masuk pemerintahan demi berebut kursi. Situasi ini, menurutnya, membuat fungsi "check and balances" melemah. Parlemen seolah tak lagi punya gigi untuk mengawasi pemerintah.
Artikel Terkait
KPK Selidiki Aliran Dana Kuota Haji ke Ketua Bidang Ekonomi PBNU
Wamendagri Soroti Lonjakan Sampah, Aglomerasi Jadi Solusi Kolaboratif
Ray Rangkuti Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Bom Waktu Korupsi dan Sandera Politik
Teman Lama Dibunuh, Jenazah Ditemukan Terikat di TPU Bekasi