Di sebuah pagi di Malang, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan siswa-siswi baru. Suaranya tegas, menekankan satu hal: ilmu pengetahuan dan teknologi bukan sekadar pelengkap. Itu adalah tulang punggung peradaban sebuah bangsa. Tanpanya, sulit bagi suatu negara untuk benar-benar maju.
"Pembangunan suatu bangsa terletak kepada kemampuan bangsa itu untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya, Selasa (13/1) lalu.
"Hanya dengan itu kita bisa mencapai tingkat peradaban yang tinggi."
Momen itu adalah peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Bagi Prabowo, sekolah semacam ini lebih dari sekadar tempat belajar. Ia melihatnya sebagai jalan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan.
"Dengan demikian, kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya. "Hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan."
Pendidikan, dalam pandangannya, adalah instrumen segalanya. Instrumen pembangunan, kesejahteraan, bahkan demokrasi.
"Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen menghilangkan kemiskinan," tegas Ketum Gerindra itu.
Artikel Terkait
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi
Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka