Kampus Malang ini sendiri adalah wujud ekspansi. Ia merupakan pengembangan dari SMA Taruna Nusantara legendaris di Magelang. Rencananya, Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) akan membuka lebih banyak cabang lagi. Tujuannya jelas: menjaring bibit-bibit unggul dari berbagai penjuru.
Prabowo punya keyakinan kuat. Wadah pendidikan seperti Taruna Nusantara sangat dibutuhkan. Ia bahkan menyebut contohnya ada di negara-negara maju, Inggris misalnya, yang punya ratusan sekolah dengan karakter serupa.
"Kita bertekad untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, kita menambah kampus-kampus semacam ini," jelasnya.
Proses pembangunan kampus seluas 29,6 hektare ini sebenarnya sudah dimulai sejak November tahun lalu. Meski sudah diresmikan, pekerjaan di lokasi masih terus berlanjut. Nantinya, akan ada 30 kelas yang menampung 706 siswa.
Dalam acara tersebut, Prabowo tidak sendirian. Sejumlah nama penting mendampinginya, mulai dari Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menlu Sugiono, hingga Mendikti Saintek Brian Yulianto. Kehadiran mereka seolah menggarisbawahi betapa seriusnya agenda pendidikan dan sains ini di tingkat pemerintahan.
Pada akhirnya, pesannya sederhana namun mendasar. Untuk naik kelas sebagai bangsa, Indonesia harus menguasai sains dan teknologi. Dan itu semua berawal dari bangku sekolah.
Artikel Terkait
Polisi Sumsel Belum Terima Laporan Resmi Dugaan Perundungan Mahasiswi PPDS UNSRI
Buruh Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Khawatir Upah Makin Terpuruk
5 Drama China dengan Hubungan Paling Toxic, Bikin Gregetan tapi Tetep Nagih
KPK Geledah Kantor Pajak Pusat, Koper Barang Bukti Dibawa Keluar