Sherina Munaf: Diam yang Bicara Lebih Keras

- Selasa, 02 Desember 2025 | 11:10 WIB
Sherina Munaf: Diam yang Bicara Lebih Keras

Sherina Munaf dan Pilihan untuk Diam

Rasanya Sherina Munaf sudah lelah. Pertanyaan-pertanyaan yang terus berulang tentang perpisahannya dengan Baskara Mahendra sepertinya mulai membuatnya jengah. Dia tak pernah menjelaskan secara gamblang kenapa memilih untuk diam. Tapi, lewat unggahan yang dibagikannya, kita bisa menangkap sedikit alasannya.

Unggahan dari akun jetvetiev itu menyentuh. Intinya, artis pun manusia. Mereka menjalani proses yang sama menyakitkannya seperti orang biasa saat sebuah pernikahan berakhir. Bayangkan saja, harus mencerna kegagalan dan runtuhnya mimpi membangun rumah tangga, sementara semua itu jadi tontonan publik.

"Dan artis juga manusia. Mereka mungkin udah cukup hancur tanpa harus lihat kisahnya dijadiin bahan engagement. Tanpa harus baca komentar yang menghakimi pilihan mereka. Tanpa harus lihat wajah mereka jadi thumbnail video,"

Begitu kira-kira cuplikan unggahan yang dibagikan Sherina. Poinnya jelas: perceraian bukanlah bahan untuk sensasi atau konten media sosial belaka.

Di sisi lain, ada permintaan untuk lebih menghormati. Publik diajak untuk mengerti dan berempati, alih-alih menghakimi atau memaksa cerita. Biarkan mereka yang sedang terluka punya ruang untuk sembuh dengan tenang, tanpa sorotan yang menyilaukan.

"Biarkan mereka sembuh dengan tenang. Dan kita? Kita fokus pada hubungan kita sendiri biar nggak jadi headline berikutnya,"

Nah, selain itu, Sherina juga membagikan pemikiran lain tentang arti sebuah keheningan. Diamnya bukanlah tanda kelemahan. Justru sebaliknya.

Menurut unggahan yang dia bagikan, diam adalah puncak dari sebuah perjalanan panjang. Itu adalah bentuk kedewasaan setelah melewati banyak hal.

"Kalau kamu udah sampai di fase diam, itu bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu sudah cukup belajar. Belajar bahwa tidak semua orang layak diberi penjelasan, dan tidak semua situasi perlu diperjuangkan lagi,"

Jadi, mungkin itulah yang sedang Sherina lakukan. Belajar, lalu memilih untuk tak banyak bicara. Dan pilihan itu, sepertinya, sepenuhnya ada di tangannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar