IHSG Masih Tertekan, Tanda-Tanda Rebound Mulai Terlihat?
Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (28/4/2026), masih belum bisa bangkit. Indeks kembali terperosok 0,48% ke posisi 7.072. Artinya, koreksi sudah berlangsung beberapa hari terakhir.
Yang menarik, meski harga masih merah, volume transaksi perlahan mulai mengecil. Biasanya, ini sinyal kalau tekanan jual mungkin sudah mulai kehabisan tenaga. Tapi ya, belum ada kepastian juga sih.
Dari kacamata teknikal, posisi IHSG sekarang ini agak rumit. Ada yang bilang indeks sedang berada di bagian akhir wave [v] dalam label hitam. Tapi ada juga skenario lain: ini bagian akhir dari wave [b] di wave B label merah. Intinya, dua-duanya mengarah ke satu kesimpulan fase koreksi ini kemungkinan besar sudah mendekati ujungnya.
Nah, kalau benar begitu, koreksi ke depan diperkirakan bakal makin terbatas. Area 6.983 sampai 7.009 disebut-sebut sebagai zona uji berikutnya. Setelah menyentuh area itu, bukan tidak mungkin IHSG bangkit lagi dalam jangka pendek, mencoba menembus rentang 7.109 hingga 7.270.
Untuk level support, ada di 7.022 dan 6.917. Sementara resistance-nya berada di 7.313 dan 7.484. Jadi, pergerakan masih cukup lebar.
Empat Saham yang Layak Dilirik Besok
Di tengah pelemahan ini, sejumlah saham tetap menarik untuk dicermati. Bukan berarti harus beli sekarang, tapi setidaknya bisa masuk radar. Berikut rekomendasinya untuk perdagangan Rabu (29/4/2026):
BRIS – Bank Syariah Indonesia
Saham BRIS hari ini turun 2,17% ke 1.800. Tekanan jual masih dominan, tapi secara teknikal posisinya sedang berada di wave [iii] dari wave 5. Rekomendasinya: buy on weakness di rentang 1.670–1.765. Target harga bergerak dari 1.830 sampai 1.925. Lumayan cuan kalau sesuai skenario.
EMAS – Emas Antam Indonesia
EMAS juga ikut terkoreksi 2,06% ke 9.500. Tekanan jual terlihat jelas. Posisinya diperkirakan berada di wave 2 dari wave (5). Area beli yang disarankan: 8.675–9.475, dengan target harga antara 10.325 hingga 10.775. Butuh kesabaran sih ini.
INET – Sinergi Inti Andalan Prima
Nah, yang satu ini beda sendiri. INET malah menguat tipis 0,65% ke 312. Tapi jangan senang dulu tekanan jual masih mendominasi kok. Secara teknikal, INET ada di wave [ii] dari wave C. Rekomendasi buy on weakness-nya di 290–304, dengan target harga 346 sampai 402. Potensi upside-nya lumayan besar.
TLKM – Telkom Indonesia
TLKM terkoreksi tipis 0,35% ke 2.820. Yang menarik, di balik koreksi ini mulai muncul volume pembelian. Artinya, ada yang mulai ngumpulin. Posisinya di wave [v] dari wave C. Area buy on weakness: 2.640–2.750, target harga 2.960 hingga 3.160.
Jadi, meskipun IHSG masih belum keluar dari tekanan, peluang penguatan jangka pendek mulai terbuka. Apalagi kalau indikasi meredanya tekanan jual ternyata benar-benar terjadi. Tapi ya, tetap waspada.
Disclaimer: Ini semua analisis teknikal, bukan ajakan beli atau jual. Keputusan ada di tangan masing-masing. Jangan lupa jaga manajemen risiko, ya.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australia Open 2026, Jadi Wakil Indonesia Pertama
Nenek dan Remaja Perempuan Ditemukan Tewas di Rumah di Banyumas, Satu Korban di Dalam Sumur
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Baru Korupsi Pengadaan Motor Listrik Rp1,1 Triliun di Badan Gizi Nasional
Kecelakaan Maut di Tol Jombang: Sopir Diduga Microsleep, Tabrak Truk Hino, Satu Tewas