Menurutnya, pekerjaan apapun yang dilakukan orang tua dengan keringat dan kejujuran adalah mulia. Poin ini ia tekankan berulang.
Di sisi lain, Prabowo juga mengakui keterbatasan yang ada. Ia tak menutup-nutupi fakta bahwa negara belum bisa memberikan yang terbaik untuk semua. Namun, di situlah letak komitmennya ke depan.
“Kalau mereka belum mampu, itu bukan salah anak-anak. Bukan juga salah orangtuanya. Negara kitalah yang memang belum sanggup memberi yang terbaik untuk seluruh rakyat,” tuturnya.
“Tapi percayalah, kita akan berjuang mati-matian. Perjuangan kita hanya satu: memastikan seluruh kekayaan negeri ini bisa dirasakan oleh setiap rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.”
Pada akhirnya, Sekolah Rakyat lebih dari sekadar bangunan. Ia adalah simbol. Sebuah janji bahwa negara hadir, terutama untuk mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.
Artikel Terkait
Ibu Kota Belum Lepas dari Genangan, Ribuan Warga Masih Mengungsi
Eggi Sudjana dan Jurang Ambisi yang Menganga
Iran Unggul di Gelombang Protes, AS Beralih ke Meja Dialog
Raja Kripto Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda, Diduga Rugikan Korban Rp 3 Miliar