Di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin lalu, suasana konferensi pers dipenuhi harapan. Letjen Suharyanto, sang Kepala BNPB, memberikan penjelasan soal target pembangunan hunian bagi korban bencana di Sumatera Utara. Menurutnya, hunian sementara atau huntara itu diharapkan sudah bisa ditempati paling lambat akhir Januari 2026 nanti. Waktunya bertepatan, tak lama sebelum bulan puasa tiba.
"Target kami di akhir Januari, atau sebelum puasa. Masyarakat diharapkan sudah bisa masuk ke huntara, dan sebagian lagi ke hunian tetap," ujar Suharyanto tegas.
Program ini, jelasnya, adalah bentuk respons pemerintah terhadap musibah yang melanda pada November 2025 silam. Banyak rumah hancur, dan kini warga butuh tempat tinggal yang layak. Huntara dan hunian tetap (huntap) menjadi solusi jangka pendek dan panjang untuk mereka.
Lalu, di mana saja pembangunannya? Untuk huntara, ternyata ada tiga kabupaten yang mengajukan. Rinciannya, Tapanuli Utara mengusulkan 40 unit, Tapanuli Tengah 209 unit, dan Tapanuli Selatan jumlahnya paling banyak, mencapai 809 unit.
Sedangkan untuk huntap, cakupannya lebih luas. Ada tujuh kabupaten terdampak yang mengajukan pembangunan.
Artikel Terkait
Lima Video yang Sengaja Disembunyikan Media Barat: Inilah Wajah Iran yang Tak Boleh Anda Lihat
Remaja Bergigi Kawat Ditemukan Tewas di TPU Bekasi, Leher Terjerat Ikat Pinggang
Prabowo Haru di Banjarbaru: Orangtuamu Jauh Lebih Mulia daripada Koruptor
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kritik Keras Teori Ekonomi Tetes ke Bawah