"Untuk huntap, ini ada di 7 kabupaten yang terdampak mengajukan," katanya menyebutkan.
Secara total, angka yang disebutkan Suharyanto cukup besar. Di seluruh Sumatera Utara, rencananya akan dibangun 5.951 unit huntap. Kabar baiknya, progres pembangunan sudah berjalan. "Rata-rata sudah berjalan. Mungkin per hari ini, sekitar 20 persen sudah terbangun," ujarnya memberi gambaran.
Namun begitu, BNPB juga mempertimbangkan keinginan warga yang punya pilihan lain. Bagi masyarakat yang tidak berminat menempati huntap atau huntara yang disediakan, opsi relokasi mandiri tetap terbuka. Tentunya dengan bantuan dari BNPB.
"Kemudian ada masyarakat yang tidak mau ke situ, minta relokasi mandiri itu, diperbolehkan. Masyarakat menunjukkan titiknya, tanahnya. Nanti yang membangun adalah BNPB. Itu namanya relokasi mandiri," jelas Suharyanto.
Dengan berbagai skema ini, harapannya proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih lancar. Warga punya pilihan, dan yang terpenting, segera mendapatkan atap di atas kepala mereka.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Fokus Bantu Gaza, Bukan Urusan Iuran di Dewan Perdamaian
Enam Tersangka Narkoba NTB, Termasuk Mantan Polisi, Diperiksa Bareskrim di Jakarta
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
APPSI Perkuat Peran Stabilisasi Harga Pangan Dukung Program Pemerintah