Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Kudus-Pati, Ribuan Rumah Terendam

- Senin, 12 Januari 2026 | 11:35 WIB
Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Kudus-Pati, Ribuan Rumah Terendam

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberi penjelasan lebih teknis. Hujan lebat itu membuat debit air di Sungai Gelis, Piji, dan Dawe melonjak drastis.

“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” jelas Abdul Muhari.

Dampaknya luas. Enam kecamatan di Kudus merasakan langsung imbasnya: Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Di awal kejadian, air bisa setinggi lutut orang dewasa, merendam rumah warga, jalan, jembatan, sampai sawah-sawah di sepanjang aliran sungai.

“Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa,” kata Abdul.

Angka kerusakannya juga signifikan. Sekitar 4.668 rumah terdampak, 65 ruas jalan tergenang, beberapa jembatan rusak, dan tidak kurang dari 120 hektar sawah ikut terendam banjir Kudus-Pati ini.

Kini, sebagian besar genangan di Kudus dilaporkan mulai surut. Namun begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Beberapa desa di Kecamatan Mejobo, misalnya, masih terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 50 sentimeter. Perjalanan menuju pulih tampaknya masih butuh waktu.


Halaman:

Komentar