Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri memang kian memanas. Laporan-laporan tentang represi aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa terus berdatangan. Gelombang protes anti-pemerintah ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam hampir dua pekan terakhir.
Menanggapi semua ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersikap keras. Di hari yang sama, dia menegaskan dengan pasti bahwa Republik Islam "tidak akan mundur". Posisinya jelas: pemerintah tak akan goyah menghadapi gelombang unjuk rasa yang terus bergulir.
Jadi, kita punya dua narasi yang saling bertolak belakang. Dari luar, Trump menjanjikan bantuan meski samar. Dari dalam, Khamenei bersikukuh tak akan berkompromi. Ketegangan antara Washington dan Teheran, ditambah situasi domestik Iran yang pelik, membuat momen ini benar-benar krusial. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju ke sana.
Artikel Terkait
TNI-Polri Siapkan Petugas Haji 2026 dengan Gemblengan Semi-Militer
Trump Ancam Kolombia dengan Operasi Militer, Gelombang Protes Membanjiri Jalanan
Derita Warga Sawangan Usai Bentrok Suporter Ricuhkan Malam Minggu
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros