Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri memang kian memanas. Laporan-laporan tentang represi aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa terus berdatangan. Gelombang protes anti-pemerintah ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam hampir dua pekan terakhir.
Menanggapi semua ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersikap keras. Di hari yang sama, dia menegaskan dengan pasti bahwa Republik Islam "tidak akan mundur". Posisinya jelas: pemerintah tak akan goyah menghadapi gelombang unjuk rasa yang terus bergulir.
Jadi, kita punya dua narasi yang saling bertolak belakang. Dari luar, Trump menjanjikan bantuan meski samar. Dari dalam, Khamenei bersikukuh tak akan berkompromi. Ketegangan antara Washington dan Teheran, ditambah situasi domestik Iran yang pelik, membuat momen ini benar-benar krusial. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju ke sana.
Artikel Terkait
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum
Kedai Baca di Bone Jadi Favorit Ngabuburit Ramadan, Fasilitas Lengkap dan Gratis
Buka Puasa di Banjarmasin Hari Ini Pukul 18.43 WIB
KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Suap dan Rp 5,19 Miliar di Apartemen