Kalau badai sebesar Carrington Event terjadi sekarang, kontrol di Bumi bisa kehilangan kendali atas ribuan satelit selama hampir sehari. Dalam kondisi "buta" itu, peluang tabrakan pertama yang memicu Sindrom Kessler bisa melonjak sampai 30%.
Peradaban di Atas Rumah Kartu
Ketergantungan kita pada orbit Bumi ini nyata banget. Bukan cuma soal nggak bisa update media sosial, tapi fondasi peradaban modern yang bisa ambruk.
Ekonomi global? Sistem perbankan pakai stempel waktu presisi dari GPS buat transaksi. Tanpa itu, bursa saham dan transfer uang bakal kacau balau.
Logistik dan pangan? Rantai pasok global yang serba tepat waktu bergantung pada navigasi satelit. Gagal, maka kelangkaan bahan bakar dan makanan bisa terjadi dalam hitungan hari.
Belum lagi keamanan nasional. Pemantauan militer, deteksi rudal, komunikasi strategis semua bisa lenyap. Menciptakan kekosongan informasi yang berbahaya di peta geopolitik.
Masih Ada Harapan?
Kabar baiknya, ini baru skenario. Angka 2,8 hari itu peringatan, bukan vonis mati. Tapi kita butuh perubahan radikal dalam mengelola angkasa.
Kita perlu regulasi internasional yang mewajibkan setiap satelit punya sistem pembuangan otomatis setelah masa tugasnya berakhir. Juga sistem manajemen lalu lintas ruang angkasa global yang diatur AI, buat mengoordinir ribuan manuver penghindaran setiap hari.
Zaman Kegelapan Digital ini pengingat keras. Kemajuan teknologi kita ternyata rapuh. Kita membangun peradaban megah di atas fondasi yang melayang 500 kilometer di atas tanah.
Sekarang, tantangannya cuma satu: memastikan fondasi itu nggak runtuh dan mengubur masa depan kita di tumpukan puing angkasa.
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan