Pemerintah daerah, ia tegaskan, akan memastikan seluruh kebutuhan dasar itu tertangani. Pengawasan dari tingkat desa juga diminta terus aktif, agar tidak ada yang terlewat.
Dukungan dari pusat tak main-main. Kemendagri telah mengerahkan lebih dari seribu praja IPDN dan ASN untuk ditugaskan di Aceh Tamiang. Tugas mereka adalah mendampingi pemda memulihkan sarana publik yang rusak gedung pemerintahan, sekolah, dan lain-lain.
"Kalau dibutuhkan, kami siap mengaktivasi tim untuk memfasilitasi warga di huntara. Supaya pelayanan kepada mereka tetap berjalan baik," jelas Bima.
Lalu, seperti apa sebenarnya huntara yang diserahkan itu? Ada 600 unit yang dibangun, masing-masing seluas 20 meter persegi. Di dalamnya sudah tersedia dua set tempat tidur dan sebuah lemari. Fasilitas komunalnya cukup lengkap: MCK, dapur umum, bahkan musala dan area bermain untuk anak-anak.
Yang cukup membantu, listrik, gas, dan internet akan diberikan gratis selama enam bulan pertama. Dengan segala kelengkapan itu, kawasan ini memang dirancang mirip sebuah permukiman baru. Harapannya, warga bisa beradaptasi dan merasa nyaman di sini, setidaknya untuk sementara waktu, sembari membangun kembali kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad