Setiap sekolah permanen yang dibangun nantinya dirancang cukup luas. Sekolah-sekolah ini bisa menampung sekitar 300 siswa, dengan pembagian yang merata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing kira-kira 100 anak.
Dengan skema penambahan ini, dampaknya akan signifikan. Total kapasitas Sekolah Rakyat diproyeksikan melonjak. Pada tahun ajaran 2026-2027, diharapkan bisa menampung hingga 45.000 siswa, tentu dengan menyertakan siswa yang sudah ada saat ini.
Yang menarik, konsep Sekolah Rakyat ini tidak berdiri sendiri. Menurut Mensos, program ini adalah bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan. Ada dua jalur yang berjalan beriringan.
"Jalur pertama untuk siswa, putra-putrinya dapat pendidikan di Sekolah Rakyat. Jalur kedua untuk orang tua dan keluarganya, mereka dapat program pemberdayaan," tambahnya.
Harapannya jelas. Ketika sang anak lulus nanti, kondisi ekonomi keluarganya juga sudah ikut terangkat. Dengan kata lain, naik kelas bersama.
Langkah strategis ini bukan muncul begitu saja. Ini adalah mandat khusus dari Presiden RI kepada Kemensos. Intinya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, dengan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sebagai dua pilarnya.
Artikel Terkait
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas