Suasana di jalan lingkar Paris Kamis pagi itu benar-benar berbeda. Deru mesin traktor menggantikan suara lalu lintas biasa, sementara puluhan petani dari Konfederasi Petani (Confederation Paysanne) memadati jalanan. Mereka tak datang sendirian; kendaraan berat mereka menjadi simbol protes yang tak bisa diabaikan.
Strateginya sederhana tapi efektif: "Go Slow". Dengan mengemudikan traktor secara perlahan, mereka dengan sengaja menciptakan kemacetan parah di jalur-jalur utama ibukota. Aksi ini jelas mengganggu, dan itu memang tujuannya agar suara mereka didengar.
Di antara lautan traktor, spanduk-spanduk besar terpampang jelas. Salah satu tulisan yang paling menyita perhatian berbunyi, "Hentikan perjanjian Uni Eropa-Mercosur".
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%