Itu inti kemarahan mereka. Para petani menentang keras cara pemerintah menangani negosiasi perdagangan bebas dengan blok Mercosur. Mereka khawatir kesepakatan itu akan membuka banjir impor produk pertanian dengan standar yang lebih rendah, yang tentu saja mengancam mata pencaharian lokal.
Namun begitu, itu bukan satu-satunya keluhan. Ada masalah lain yang lebih mendesak dan langsung dirasakan di peternakan: wabah penyakit kulit pada hewan ternak. Bagi mereka, penanganan pemerintah terhadap dua isu krusial ini perdagangan dan wabah terasa lambat dan tidak memadai.
Jadi, aksi ini lebih dari sekadar demo biasa. Ini adalah teriakan frustrasi dari mereka yang merasa dipinggirkan, yang bersiap melawan apa yang mereka anggap sebagai ancaman ganda terhadap masa depan pertanian Prancis.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru, Berisi Skin hingga Diamond Gratis
Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor Bernardo Tavares di Duel Panas Persebaya vs PSM
Bareskrim Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi via Medsos, 12 Orang Ditangkap