Itu inti kemarahan mereka. Para petani menentang keras cara pemerintah menangani negosiasi perdagangan bebas dengan blok Mercosur. Mereka khawatir kesepakatan itu akan membuka banjir impor produk pertanian dengan standar yang lebih rendah, yang tentu saja mengancam mata pencaharian lokal.
Namun begitu, itu bukan satu-satunya keluhan. Ada masalah lain yang lebih mendesak dan langsung dirasakan di peternakan: wabah penyakit kulit pada hewan ternak. Bagi mereka, penanganan pemerintah terhadap dua isu krusial ini perdagangan dan wabah terasa lambat dan tidak memadai.
Jadi, aksi ini lebih dari sekadar demo biasa. Ini adalah teriakan frustrasi dari mereka yang merasa dipinggirkan, yang bersiap melawan apa yang mereka anggap sebagai ancaman ganda terhadap masa depan pertanian Prancis.
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%