Lalu, bantuan apa saja yang dibawa? Bukan cuma sembako biasa. Bantuan yang disalurkan cukup komprehensif, dirancang untuk memulihkan kehidupan sehari-hari warga. Mulai dari 6 unit hunian sementara (huntara), musala lengkap dengan karpet sajadah, sampai dapur umum yang peralatannya sudah komplet.
Mereka juga membangun 4 unit MCK, menyediakan jaringan air bersih dengan menara air dan sumur bor, serta memasang 2 unit lampu tenaga surya untuk penerangan. Tak lupa, ada paket ibadah berupa mukena, sarung, dan baju koko masing-masing 80 buah. Bantuan dilengkapi paket sembako dan obat-obatan yang terdiri dari 26 jenis obat.
Merespons kedatangan bantuan ini, Kepala Desa Kampung Kebun Tanah Terban, Irwan Pane, tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya.
Tim kemanusiaan yang turun ke lapangan cukup besar. Selain Kiai Didin dan Dwi Sudharto, hadir pula Dr. Hambari (Wakil Rektor UIKA), H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor, serta sejumlah pimpinan Yayasan RSIB seperti Eddy Tasman dan H. Adriansyah Armawi. Turut serta H. Heri Hasanuddin dari Global Energi Wakaf dan Ustaz Salam selaku Koordinator Tim Kemanusiaan Binjai.
Kerja sama seperti ini, meski dari jauh, menunjukkan bahwa rasa kepedulian itu masih hidup. Di tengah reruntuhan, bantuan nyata lebih bermakna dari sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
Family by Choice Guncang Rating, Kisah Keluarga Tanpa Darah yang Bikin Klepek-klepek
Cuitan Dokter Tifa Soal Kondisi Hamba Allah yang Didesak Dibawa ke Luar Negeri
Blangkejeren-Kutacane Dibuka, Namun Jalan Masih Penuh Rintangan
Gus Ipul: Santunan Korban Jiwa Bencana Sumatera Mulai Disalurkan