Blangkejeren-Kutacane Dibuka, Namun Jalan Masih Penuh Rintangan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:48 WIB
Blangkejeren-Kutacane Dibuka, Namun Jalan Masih Penuh Rintangan

Ruas jalan Blangkejeren-Kutacane yang sempat lumpuh total akibat longsor susulan, akhirnya bisa dilalui lagi. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo. Tapi jangan bayangkan perjalanan yang mulus. Aksesnya masih sangat terbatas, kata dia.

Dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1), Dody memberikan penjelasan lebih rinci.

"Untuk ruas Blangkejeren-Kutacane sudah selesai penanganan daruratnya. Tapi memang masih terbatas kapasitasnya," ujar Dody.

Masalahnya, kondisi di lapangan belum sepenuhnya bersih. Masih ada tumpukan material sisa longsoran yang memenuhi sebagian badan jalan. Pihaknya berharap pembersihan total bisa segera diselesaikan.

"Karena masih banyak tanah di situ sehingga harapannya mungkin sehari dua hari ke depan bisa lebih lancar," jelasnya lagi.

Di sisi lain, laporan dari Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, agak berbeda. Dia menyebut secara umum jalan-jalan di Sumatera yang kena dampak bencana sudah beroperasi normal. Hanya saja, "normal" di sini punya catatan.

Kondisi permukaannya banyak yang rusak. Tito menyoroti munculnya banyak lubang di jalanan pascabencana, yang jelas memperlambat laju kendaraan.

"Yang lain tuh rata-rata lubang-lubang. Sehingga membuat (perjalanan) menjadi lambat," ungkap Tito.

Namun begitu, tantangan terberat justru ada di titik-titik yang lebih terpencil. Menurut Tito, masih ada beberapa jembatan putus yang sama sekali belum bisa diperbaiki. Akses logistik dan bantuan ke lokasi-lokasi itu pun masih mengandalkan cara-cara darurat.

Penyalurannya ada yang memakai tali sling, menyebrangkan barang seadanya. "Ada juga yang di-dropping oleh BNPB melalui udara," imbuhnya. Situasinya memang belum ideal, tapi upaya untuk membuka isolasi terus dilakukan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar