Muadzin di Pasuruan Jadi Korban Pencurian Motor Saat Hendak Azan Subuh

- Rabu, 15 April 2026 | 04:50 WIB
Muadzin di Pasuruan Jadi Korban Pencurian Motor Saat Hendak Azan Subuh

Keamanan di tempat ibadah kembali dipertanyakan. Kali ini di Kota Pasuruan, Jawa Timur, seorang muadzin justru menjadi korban pencurian tepat saat hendak menunaikan tugasnya. Kejadiannya berlangsung Senin pagi (13/4/2026) di Masjid An Nur, Kelurahan Purworejo. Motor matik milik Slamet, si pemanggil azan, raib begitu saja.

Yang bikin geram, aksi maling ini terekam jelas kamera pengawas. Rekaman itu kini beredar luas di media sosial, memantik kemarahan warga.

Dalam tayangan CCTV, terlihat seorang pria berjaket dan bermasker masuk ke area masjid saat fajar masih kelam. Gerakannya tenang, bahkan terkesan santai. Dia mendekati motor Honda Vario merah milik Slamet. Hanya dalam beberapa detik, kunci stangnya sudah dirusak. Pelaku lalu menuntun motor sambil berjalan mundur seperti tak ingin menarik perhatian sebelum akhirnya menyalakan mesin dan melesat ke arah timur.

Menurut sejumlah saksi, pelaku tak sendirian.

"Pelaku beraksi sangat cepat. Ada satu pelaku lain yang menunggu di luar jangkauan CCTV. Setelah berhasil, mereka langsung melarikan diri,"

kata Ahmad, salah seorang jemaah, Selasa (14/4/2026).

Slamet sendiri baru ngeh motor kesayangannya hilang setelah selesai mengumandangkan azan dan salat Subuh berjamaah. Padahal, motor keluaran 2014 itu diparkir dengan kunci stang terkunci. Bukan cuma motor yang hilang, nasib sial beruntun. STNK dan KTP yang disimpan di jok motor ikut terbawa si maling.

Polres Pasuruan Kota sudah gerak cepat. Laporan resmi telah diterima, TKP diolah, dan rekaman CCTV diamankan sebagai barang bukti utama.

"Korban sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku. Barang bukti berupa dokumen kendaraan juga sudah kami kumpulkan,"

jelas Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi.

Imbauan pun disampaikan. Masyarakat diminta lebih waspada, tidak lengah meski di area yang dianggap suci. Penggunaan kunci ganda ditekankan, karena tempat ibadah kerap jadi sasaran empuk bagi mereka yang berniat jahat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar