Pakar keuangan Maman menegaskan bahwa pemberian modal usaha untuk UMKM tanpa disertai program literasi keuangan yang memadai justru dapat menimbulkan risiko signifikan. Masalah utama yang sering dihadapi adalah masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengelola keuangan secara profesional untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.
Menurut Maman, strategi pembiayaan yang hanya berfokus pada penyaluran dana tanpa pendampingan dan pelatihan edukatif dinilai kurang bijaksana. "Pemberian pinjaman langsung tanpa program pendampingan dari institusi perbankan merupakan praktik yang berisiko tinggi," ujarnya dalam acara Jejak Pradana.
Persoalan mendasar lainnya adalah ketidakmampuan memisahkan keuangan operasional bisnis dengan kebutuhan pribadi. Kondisi ini menjadi penghambat utama pertumbuhan usaha mikro kecil menengah di Indonesia.
Maman menekankan pentingnya alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara tepat sasaran. Dana tersebut seharusnya dialokasikan secara eksklusif untuk pengembangan usaha, bukan untuk keperluan konsumtif atau campur aduk dengan kebutuhan pribadi.
Artikel Terkait
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Peras Kepala Dinas untuk Beli Sepatu Mewah