Di gedung Lemhannas yang sunyi, Senin (23/2) lalu, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan peringatan yang cukup menggetarkan. Mantan presiden yang akrab disapa SBY itu bicara blak-blakan soal kondisi geopolitik global yang menurutnya lagi panas-panasnya. Bahkan, ujung-ujungnya bisa memicu perang dunia.
“Kita enggak bisa lugu,” tegasnya. Menurut SBY, salah besar kalau Indonesia menganggap diri bakal kebal atau nggak bakal kena imbas. Potensi konflik besar itu, katanya, bisa meledak kapan saja.
Kuliah umumnya itu menarik benang merah panjang. SBY melihat akar masalah sekarang ini tak lepas dari bayang-bayang era Perang Dingin. Dulu kan bipolar, Blok Barat lawan Blok Timur. Tapi setelah itu, situasinya berubah drastis.
“Amerika Serikat kemudian ingin jadi ‘lone ranger’,” ujarnya. AS dinilainya bergerak sendiri untuk mencapai tujuannya. Waktu itu, banyak yang meramalkan kemenangan liberalisme dan tamatnya komunisme serta otoritarianisme.
Namun begitu, zaman terus berjalan. Peta kekuatan global pun ikut bergeser. Menurut SBY, kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional juga mengalami perubahan yang signifikan.
“Sekarang ini mestinya kita sudah masuk era multipolar,” papar SBY. Artinya, kekuatan dunia nggak lagi terpusat di satu atau dua kutub saja.
Ia menyebutkan sejumlah pemain kunci: Amerika, Tiongkok, Rusia, lalu ada Uni Eropa, dan beberapa negara dalam kelompok BRICS. “Sadarilah,” pesannya, “kita sekarang hidup dalam tatanan yang multipolar.”
Peringatannya jelas: Indonesia harus benar-benar melek dan cermat membaca arah angin. Di tengah pusaran kekuatan besar yang saling tarik-ulur itu, posisi kita harus dijaga. Jangan sampai lengah.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Terjunkan Drone ETLE untuk Awasi Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta
Presiden Prabowo Copot Pimpinan Badan Gizi Nasional karena Lemahnya Disiplin SOP Tata Kelola Makanan
Pemkab Pandeglang Bantah Pelanggaran Prosedur dalam Pelantikan Tersangka Kecelakaan Maut sebagai Staf Ahli
Polisi Akui Mediasi Gagal, Warga Pasar Kemis Kembali Siram Air ke Tetangga yang Hendak Salat