Rupiah Tembus Rp17.600, Industri Otomotif Khawatir Daya Beli Masyarakat Tertekan

- Minggu, 17 Mei 2026 | 13:30 WIB
Rupiah Tembus Rp17.600, Industri Otomotif Khawatir Daya Beli Masyarakat Tertekan

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini telah menembus level Rp17.600 per dolar AS memicu kekhawatiran di sektor industri otomotif nasional. Kondisi ini dinilai memberikan tekanan langsung terhadap daya beli masyarakat dan kelangsungan bisnis kendaraan bermotor di Indonesia.

Berdasarkan pantauan pada Jumat (15/5/2026), posisi rupiah terus merosot hingga mencapai angka tersebut. Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengakui bahwa pelemahan nilai tukar ini berdampak signifikan terhadap industri otomotif secara keseluruhan. Menurutnya, kondisi moneter yang tidak stabil secara otomatis memengaruhi sektor pembiayaan dan suku bunga kredit.

“Sebenarnya kalau yang kita lihat, kalau misalnya rupiahnya itu terus melemah. Sekarang kan sudah di angka level 17.500. Secara otomatis kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujar pria yang akrab disapa Soerjo itu di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026).

Di tengah tekanan tersebut, Soerjo menyoroti langkah pemerintah yang berupaya menjaga stabilitas perekonomian dengan mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate di level 4,75 persen. Ia menilai kebijakan ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menahan dampak lebih luas dari pelemahan rupiah.

“Tapi sampai saat ini kan yang kita lihat walaupun yang namanya tadi nilai tukar uang melemah, tapi kan bunga masih tetap dipatok 4,75 yang BI-Rate,” kata dia.

Menurut Soerjo, langkah mempertahankan suku bunga acuan sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya di sektor pembiayaan kendaraan bermotor. Ia menambahkan bahwa upaya pemerintah dalam menahan laju kenaikan bunga patut diapresiasi oleh para pelaku industri.

“Jadi kita lihat pemerintah juga berusaha untuk menahan supaya ekonomi terus berputar,” ujarnya.

“Usaha-usaha itu kita apresiasi sebagai salah satu pelaku industri di bidang otomotif. Dan mudah-mudahan kita bisa survive di tahun ini,” kata dia menambahkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar