Di sisi lain, laporan dari Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, agak berbeda. Dia menyebut secara umum jalan-jalan di Sumatera yang kena dampak bencana sudah beroperasi normal. Hanya saja, "normal" di sini punya catatan.
Kondisi permukaannya banyak yang rusak. Tito menyoroti munculnya banyak lubang di jalanan pascabencana, yang jelas memperlambat laju kendaraan.
"Yang lain tuh rata-rata lubang-lubang. Sehingga membuat (perjalanan) menjadi lambat," ungkap Tito.
Namun begitu, tantangan terberat justru ada di titik-titik yang lebih terpencil. Menurut Tito, masih ada beberapa jembatan putus yang sama sekali belum bisa diperbaiki. Akses logistik dan bantuan ke lokasi-lokasi itu pun masih mengandalkan cara-cara darurat.
Penyalurannya ada yang memakai tali sling, menyebrangkan barang seadanya. "Ada juga yang di-dropping oleh BNPB melalui udara," imbuhnya. Situasinya memang belum ideal, tapi upaya untuk membuka isolasi terus dilakukan.
Artikel Terkait
Hujan Tak Henti, Dua Jembatan di Donggala Putus Diterjang Banjir
Wajah Kita di Ujung Tangan AI: Pemerintah Tutup Akses Grok AI
Iran di Ambang Perubahan: Dari Protes Ekonomi ke Gugatan Sistem
Di Gereja Baciro, Perbedaan Ditangguhkan untuk Doa Bersama