Jakarta, 28 Februari 2026 – Menjelang Lebaran, suasana di Unit Bisnis Pembangkitan Pangkalan Susu, Sumatra Utara, terasa berbeda. Bukan hanya deru mesin pembangkit listrik yang terdengar, tapi juga geliat inspeksi ketat dari jajaran pimpinan PLN Indonesia Power. Mereka memastikan semua siap siaga. Tujuannya satu: menjaga pasokan listrik tetap andal sepanjang Ramadan hingga Idulfitri nanti.
Kegiatan yang mengusung tema “Menyerap Aspirasi, Menguatkan Kolaborasi, Mengakselerasi Transformasi” ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bernadus Sudarmanta. Tak sendirian, ia datang bersama Komisaris Utama Arief Budiman, Komisaris Independen Anthony Leong, serta sejumlah pejabat senior lainnya. Mereka turun ke lapangan, memeriksa setiap sudut.
Dari kesiapan peralatan, ketersediaan suku cadang, sampai kesigapan personel semua dicek detail. Ini langkah preventif. Upaya konkret PLN IP untuk meminimalisir gangguan, khususnya di wilayah Sumatra Utara, di momen-momen krusial seperti sekarang.
Bernadus Sudarmanta tampak puas dengan apa yang disaksikannya. Ia menyoroti peningkatan kinerja UBP Pangkalan Susu sepanjang 2025. Menurutnya, tren positif dalam keandalan dan operasional itu buah dari kerja keras tim.
“Kinerja positif ini mencerminkan soliditas dan kolaborasi tim yang kuat. Kami memastikan seluruh peralatan dan personel dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya pada momen Ramadan hingga Idulfitri,” tegas Bernadus.
Ia juga menyempatkan diri memberi semangat kepada para operator yang bertugas 24 jam. Dukungan moral, kata dia, tak kalah penting dari kesiapan teknis.
Di sisi lain, Arief Budiman menggarisbawahi hal yang sedikit berbeda. Bagi Komisaris Utama yang juga merangkap Komisaris Independen ini, transformasi perusahaan bukan cuma soal angka dan teknologi mutakhir.
“Transformasi tidak hanya berbicara tentang teknologi dan capaian kinerja, tetapi juga keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi. Kolaborasi yang kuat lahir dari komunikasi yang jujur dan konstruktif,” ungkap Arief.
Poinnya jelas: tanpa dialog yang terbuka, sulit membangun fondasi perubahan yang kokoh.
Selain urutan mesin dan rapat evaluasi, ada nuansa lain yang mewarnai safari Ramadan kali ini. Lewat program PLN Indonesia Power Peduli, perusahaan menebar santunan untuk anak yatim dan warga dhuafa di sekitar pembangkit. Sebuah aksi kepedulian yang berusaha menyelaraskan tugas operasional dengan tanggung jawab sosial.
Jadi, lewat kombinasi inspeksi ketat dan pendekatan manusiawi, PLN Indonesia Power berikhtiar maksimal. Mereka ingin momen Ramadan hingga Lebaran tahun ini tak hanya tentram secara spiritual, tapi juga terang benderang oleh keandalan listrik yang tak pernah padam.
Artikel Terkait
Serangan Israel Tewaskan 7 Warga Sipil di Lebanon Selatan Jelang Gencatan Senjata
Pegadaian Beri Tips Investasi Dolar AS untuk Pemula di Tengah Pelemahan Rupiah
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Malaysia, Jalan ke Semifinal AFF Terancam
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hezbollah Siap Hormati dengan Syarat