Suasana AAS Building di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu sore itu ramai oleh kedatangan tamu. Mereka datang silih berganti sejak pukul lima setengah, memadati lantai satu gedung untuk sebuah acara buka puasa bersama. Inilah momen yang digagas Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin, atau IKA Unhas, untuk menyatukan kembali kawan-kawan seperjuangan dari berbagai angkatan.
Nuansa kekeluargaan langsung terasa. Para alumni tampak kompak dengan pakaian muslim berwarna putih, duduk berkelompok sambil menunggu waktu azan. Obrolan hangat dan canda tawa mengisi ruangan, seolah mengabaikan sejenak perbedaan tahun wisuda atau latar profesi mereka sekarang.
Acara pun dibuka. Yang memberikan sambutan pertama tak lain adalah Ketua Umum IKA Unhas sendiri, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian RI. Dalam paparannya, ia menyoroti berbagai capaian dan inovasi yang telah diraih Unhas. Tak lupa, ia juga menyinggung soal kontribusi nyata dalam penguatan ketahanan pangan nasional, sebuah topik yang tentu sangat dekat dengan tugasnya sehari-hari.
Selanjutnya, giliran Ustaz Agung Irawan, Ketua Divisi Keagamaan IKA Pusat, yang naik untuk memberikan tausiyah. Pidatonya berisi wejangan spiritual, namun juga menyelipkan pesan politik yang cukup jelas.
“IKA Unhas masih membutuhkan figur keras tegas tapi (dengan) prinsip kasih sayang,” ujar Agung, merujuk pada kepemimpinan Amran Sulaiman.
Harapannya bahkan melampaui lingkup organisasi alumni. Suaranya lantang terdengar di ruangan yang mulai hening.
“Bukan hanya IKA Unhas yang mem keberadaan puang, kami berharap ada orang ke-2 di RI ini yang bernama Bapak Andi Amran Sulaiman, itu harapan kita.”
Pernyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Rupanya, acara buka puasa ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Di balik santapan takjil dan hidangan berbuka, terselip agenda memperkuat jaringan dan kontribusi sosial. Kegiatan ini diinisiasi bersama oleh IKA Unhas, AAS Foundation, dan Kolaborasi Unhas untuk Negeri. Tujuannya jelas: merajut kembali ikatan, sambil membangun komitmen untuk memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
Menjelang maghrib, semua orang bersiap. Suasana hangat dan haru menyatu, menandai momen buka puasa yang tahun ini terasa punya makna lebih dari sekadar makan bersama.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi