Indonesia dan sejumlah negara muslim lainnya baru-baru ini angkat bicara. Mereka secara tegas mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, ke wilayah Somaliland. Wilayah itu, seperti diketahui, memisahkan diri dari Republik Federasi Somalia. Kecaman ini tak main-main, datang dari 21 negara plus Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Intinya, mereka melihat langkah Israel itu sebagai tamparan terhadap kedaulatan Somalia. Kunjungan Saar dinilai telah melanggar integritas wilayah negara di Tanduk Afrika tersebut. Sikap ini diungkapkan dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Jumat, 9 Januari lalu.
Isi pernyataan itu cukup keras. Mereka menyebut kunjungan pejabat Israel pada 6 Januari 2026 itu sebagai tindakan ilegal. Bahkan lebih dari itu, aksi tersebut dianggap merusak norma internasional yang sudah mapan, plus melanggar Piagam PBB.
Pernyataan Bersama Para Menteri Luar Negeri dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Arab Mesir, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Republik Rakyat Bangladesh, Uni Komoro, Republik Djibouti, Republik Gambia, Republik Indonesia, Republik Islam Iran, Negara Kuwait, Negara Libya, Republik Maladewa, Republik Federal Nigeria, Kesultanan Oman, Republik Islam Pakistan, Negara Palestina, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, Republik Federal Somalia, Republik Sudan, Republik Turki, Republik Yaman, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam pernyataannya, mereka kembali menegaskan dukungan yang tak goyah terhadap kesatuan Somalia. Mereka bilang, mendorong agenda separatis cuma akan memperkeruh suasana di kawasan yang sudah rapuh. Penghormatan pada hukum internasional dan prinsip non-intervensi, menurut mereka, adalah kunci stabilitas.
Di sisi lain, Somalia sendiri dipuji karena komitmennya pada jalur diplomasi yang damai. Para penandatangan pernyataan berjanji akan terus mendukung langkah-langkah hukum dan diplomatik yang diambil pemerintah Somalia. Tuntutannya jelas: Israel harus segera mencabut pengakuannya atas Somaliland dan menghormati kedaulatan penuh Somalia.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Buka Suara di Netflix: Polisi Bunuh, Tentara Berpolitik, Presiden Maafkan Koruptor
Banteng Berhoodie: PDIP Luncurkan Maskot Barata di Rakernas ke-53
Pasien Diduga Super Flu Meninggal di RSHS, Komorbid Jadi Sorotan
Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan