Bandung diguncang kabar duka. Seorang pasien yang diduga terjangkit virus super flu, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Hasan Sadikin. Peristiwa ini tentu saja menimbulkan kecemasan, apalagi pasien tersebut merupakan satu dari sepuluh orang yang dirawat dengan gejala serupa, yaitu Influenza A H3N2 subclade K atau yang belakangan populer disebut virus super flu.
Namun begitu, pihak rumah sakit langsung memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih dalam pendalaman. "Kami belum bisa menyimpulkan virus itu sebagai penyebab langsung," begitu kira-kira penegasan dari RSHS. Artinya, masih ada banyak faktor yang perlu dikupas sebelum menarik kesimpulan.
Menurut dr. Yovita Hartantri, dokter spesialis penyakit dalam yang juga memimpin Tim Pinere RSHS, dari sepuluh pasien yang dirawat, dua di antaranya kondisinya tergolong berat.
"Satu dirawat di ruang High Care, satunya lagi di ruang intensif," ujarnya.
Sayangnya, nasib baik tidak berpihak pada pasien yang dirawat intensif tersebut. Ia akhirnya dinyatakan meninggal.
Di sisi lain, penjelasan dr. Yovita justru mengarah pada faktor lain yang lebih kompleks. Pasien yang meninggal itu diketahui punya riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang cukup serius. Kondisi inilah yang diduga kuat memperburuk keadaannya.
Artikel Terkait
KPK Amankan Rp6 Miliar dalam OTT Perdana 2026, Libatkan Pejabat Pajak dan Tambang
Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah