Bandung diguncang kabar duka. Seorang pasien yang diduga terjangkit virus super flu, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Hasan Sadikin. Peristiwa ini tentu saja menimbulkan kecemasan, apalagi pasien tersebut merupakan satu dari sepuluh orang yang dirawat dengan gejala serupa, yaitu Influenza A H3N2 subclade K atau yang belakangan populer disebut virus super flu.
Namun begitu, pihak rumah sakit langsung memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih dalam pendalaman. "Kami belum bisa menyimpulkan virus itu sebagai penyebab langsung," begitu kira-kira penegasan dari RSHS. Artinya, masih ada banyak faktor yang perlu dikupas sebelum menarik kesimpulan.
Menurut dr. Yovita Hartantri, dokter spesialis penyakit dalam yang juga memimpin Tim Pinere RSHS, dari sepuluh pasien yang dirawat, dua di antaranya kondisinya tergolong berat.
"Satu dirawat di ruang High Care, satunya lagi di ruang intensif," ujarnya.
Sayangnya, nasib baik tidak berpihak pada pasien yang dirawat intensif tersebut. Ia akhirnya dinyatakan meninggal.
Di sisi lain, penjelasan dr. Yovita justru mengarah pada faktor lain yang lebih kompleks. Pasien yang meninggal itu diketahui punya riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang cukup serius. Kondisi inilah yang diduga kuat memperburuk keadaannya.
"Pasien yang masuk perawatan intensif dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain, ada stroke, jantung dan terakhir infeksi gagal ginjal juga,"
kata dr. Yovita pada Sabtu lalu.
Dia menambahkan poin penting. Hingga detik ini, rumah sakit belum berani menyatakan virus super flu sebagai biang kerok utama. "Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komorbid yang banyak," katanya lagi. Keberadaan penyakit bawaan itu membuat segalanya jadi tidak hitam putih. Kematian pasien tidak bisa serta-merta dialamatkan ke virus super flu semata.
Lantas, apakah virus ini lebih menakutkan dari Covid-19? RSHS Bandung dengan tegas menyatakan belum tentu. Masyarakat diminta waspada, tapi tidak perlu panik berlebihan. Kelompok rentan seperti lansia atau mereka yang punya penyakit kronis memang harus lebih hati-hati. Kalau gejala flu dirasa berat dan tak kunjung membaik, segeralah periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Intinya, kunci menghadapi situasi ini tetap sama: jalani pola hidup sehat, jaga daya tahan tubuh, dan terapkan perilaku bersih. Dengan kewaspadaan yang tepat dan tindakan medis yang cepat, risiko dampak serius dari virus apapun, termasuk flu, bisa kita tekan bersama.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, 55 Warga Mengungsi
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi