"Pasien yang masuk perawatan intensif dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain, ada stroke, jantung dan terakhir infeksi gagal ginjal juga,"
kata dr. Yovita pada Sabtu lalu.
Dia menambahkan poin penting. Hingga detik ini, rumah sakit belum berani menyatakan virus super flu sebagai biang kerok utama. "Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komorbid yang banyak," katanya lagi. Keberadaan penyakit bawaan itu membuat segalanya jadi tidak hitam putih. Kematian pasien tidak bisa serta-merta dialamatkan ke virus super flu semata.
Lantas, apakah virus ini lebih menakutkan dari Covid-19? RSHS Bandung dengan tegas menyatakan belum tentu. Masyarakat diminta waspada, tapi tidak perlu panik berlebihan. Kelompok rentan seperti lansia atau mereka yang punya penyakit kronis memang harus lebih hati-hati. Kalau gejala flu dirasa berat dan tak kunjung membaik, segeralah periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Intinya, kunci menghadapi situasi ini tetap sama: jalani pola hidup sehat, jaga daya tahan tubuh, dan terapkan perilaku bersih. Dengan kewaspadaan yang tepat dan tindakan medis yang cepat, risiko dampak serius dari virus apapun, termasuk flu, bisa kita tekan bersama.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah