Pertamina dan MIND ID Gasifikasi Batu Bara untuk Gantikan Impor LPG

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:50 WIB
Pertamina dan MIND ID Gasifikasi Batu Bara untuk Gantikan Impor LPG

Kolaborasi strategis antara dua BUMN raksasa, Pertamina dan MIND ID, akhirnya resmi terjalin. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk mewujudkan visi ketahanan energi nasional yang digaungkan pemerintahan baru. Intinya, mereka ingin mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG dengan memanfaatkan sumber daya yang kita punya sendiri: batu bara.

Caranya? Melalui teknologi gasifikasi. Batu bara akan diolah menjadi Synthetic Natural Gas atau SNG, lalu diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME). Produk akhir inilah yang nantinya diharapkan bisa menggantikan peran LPG di rumah tangga dan industri. Sebuah langkah transformatif, tentu saja.

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santoso, pada Jumat pekan lalu. Menurut sejumlah pihak yang terlibat, inisiatif ini adalah wujud nyata bagaimana BUMN sektor energi dan pertambangan bisa bersinergi menjalankan mandat pemerintah untuk hilirisasi.

Dalam kolaborasi ini, peran masing-masing sudah jelas. Pertamina akan bertindak sebagai offtaker sekaligus mengerahkan jaringan distribusinya yang luas. Tujuannya, agar produk hilirisasi seperti DME dan SNG bisa tersalurkan dengan efektif ke masyarakat. Sementara MIND ID fokus pada pengembangan rantai nilai dari hulu.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah.

"Sebagai tulang punggung energi nasional, komitmen kami jelas. Kami akan optimalkan infrastruktur untuk mendukung hilirisasi ini. Ini langkah nyata mengurangi impor LPG dan menyediakan energi yang lebih terjangkau buat rakyat," tegas Simon.

Pernyataan senada datang dari pucuk pimpinan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin. Baginya, kerja sama ini lebih dari sekadar proyek bisnis.

"Ini bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional. Kami berkomitmen mendorong hilirisasi yang beri nilai tambah ekonomi, kurangi impor, dan buka lapangan kerja. Semua untuk ketahanan energi jangka panjang," kata Maroef.

Latar belakangnya mendesak. Data dari Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional bakal menyentuh 10 juta ton pada 2026. Masalahnya, produksi dalam negeri kita hanya sanggup memenuhi sekitar 1,3-1,4 juta ton. Defisitnya sangat besar.

Nah, sinergi Pertamina dan MIND ID inilah yang diharapkan bisa menutup celah itu. Dengan mengonversi batu bara menjadi DME dan SNG, Indonesia berharap bisa memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk menjawab tantangan energi.

Di sisi lain, langkah ini juga sejalan dengan komitmen transisi energi Pertamina menuju Net Zero Emission 2060. Seluruh upaya transformasi perusahaan diklaim berorientasi pada tata kelola yang baik, pelayanan publik, dan tentu saja prinsip-prinsip ESG yang kini jadi perhatian global.

Jadi, kolaborasi ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, menjawab kebutuhan praktis akan pengganti LPG. Di sisi lain, juga menyelaraskan diri dengan agenda keberlanjutan yang lebih besar. Tinggal menunggu eksekusinya di lapangan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar