Kolaborasi strategis antara dua BUMN raksasa, Pertamina dan MIND ID, akhirnya resmi terjalin. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk mewujudkan visi ketahanan energi nasional yang digaungkan pemerintahan baru. Intinya, mereka ingin mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG dengan memanfaatkan sumber daya yang kita punya sendiri: batu bara.
Caranya? Melalui teknologi gasifikasi. Batu bara akan diolah menjadi Synthetic Natural Gas atau SNG, lalu diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME). Produk akhir inilah yang nantinya diharapkan bisa menggantikan peran LPG di rumah tangga dan industri. Sebuah langkah transformatif, tentu saja.
Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santoso, pada Jumat pekan lalu. Menurut sejumlah pihak yang terlibat, inisiatif ini adalah wujud nyata bagaimana BUMN sektor energi dan pertambangan bisa bersinergi menjalankan mandat pemerintah untuk hilirisasi.
Dalam kolaborasi ini, peran masing-masing sudah jelas. Pertamina akan bertindak sebagai offtaker sekaligus mengerahkan jaringan distribusinya yang luas. Tujuannya, agar produk hilirisasi seperti DME dan SNG bisa tersalurkan dengan efektif ke masyarakat. Sementara MIND ID fokus pada pengembangan rantai nilai dari hulu.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah.
"Sebagai tulang punggung energi nasional, komitmen kami jelas. Kami akan optimalkan infrastruktur untuk mendukung hilirisasi ini. Ini langkah nyata mengurangi impor LPG dan menyediakan energi yang lebih terjangkau buat rakyat," tegas Simon.
Artikel Terkait
KPK Tak Lagi Pamer Wajah Tersangka, Ini Alasan di Balik Perubahan Prosedur
Driver Ojol Ini Tembus 200 Km Sehari, Biaya Operasional Cuma Rp15 Ribu
Vietnam Siap Geser Thailand sebagai Raksasa Ekonomi Baru Asia Tenggara
Jepang Garap Kapal Raksasa Pengangkut Hidrogen Cair Terbesar di Dunia