Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf atas Gesekan Polisi-Masyarakat

- Kamis, 26 Februari 2026 | 22:50 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf atas Gesekan Polisi-Masyarakat

Di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis lalu, suasana terasa cukup berbeda. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampil dengan nada yang lugas, sekaligus reflektif. Intinya, dia meminta maaf. Maaf atas gesekan yang masih kerap terjadi antara personel kepolisian dan masyarakat saat bertugas di lapangan. Sigit tak menampik bahwa situasi itu bisa berujung pada korban dari kedua belah pihak. "Itu yang kami sesali," kira-kira begitu nada pernyataannya.

"Saya secara pribadi, dan selaku pimpinan institusi Polri, memohon maaf," ujar Sigit.

Dia melanjutkan, "Apabila dalam pelaksanaan tugas, anak-anak kami dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di lapangan, mungkin sering terjadi gesekan yang kemudian bisa menimbulkan korban di kedua belah pihak."

Permintaan maaf itu bukan sekadar basa-basi. Sigit mengakui dengan jujur bahwa institusinya masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak yang harus dibenahi. Karena itulah, dia tak sungkan menyebut bahwa masih ada oknum yang bertindak di luar nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Tindakan mereka, menurut Sigit, jelas menciderai rasa keadilan di masyarakat.

"Kami menyadari Polri masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf, kami titip diri," katanya lagi.

Lalu, apa langkah konkretnya? Sigit berjanji tak akan main-main. Setiap anggota yang terbukti melanggar akan ditindak tegas. Sanksinya akan dijatuhkan sesuai aturan, dengan prinsip transparan dan akuntabel. Itu janjinya.

"Polri akan memberikan sanksi yang tegas," tegasnya.

Di sisi lain, Kapolri ini juga punya harapan. Dia ingin masyarakat ikut serta menjaga agar demokrasi berjalan tertib dan aman. Kritik dari publik, dalam pandangannya, justru sesuatu yang vital. Itu adalah bahan evaluasi berharga agar Polri bisa lebih "Presisi" dan akhirnya dicintai rakyat.

Rasanya ada nuansa kerendahan hati dalam pesan penutupnya. Sigit seakan-akan menitipkan institusi yang dipimpinnya itu kepada publik.

"Kami titip tolong jaga, tolong kawal institusi kami, institusi Polri," pinta Sigit.

"Agar betul-betul bisa melaksanakan amanat reformasi, memberikan pelayanan terbaik, untuk terus bisa menjadi lebih baik sesuai harapan masyarakat."

Pernyataan itu disampaikan di hadapan audiens pada 26 Februari 2026. Sebuah pengakuan dan komitmen yang kini tinggal menunggu realisasi di lapangan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar