Gempa M6,4 Guncang Melonguane, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:15 WIB
Gempa M6,4 Guncang Melonguane, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa kuat mengguncang kawasan Melonguane di Sulawesi Utara, Sabtu malam (10/1/2026) lalu. Getarannya terasa cukup jauh, hingga ke sejumlah wilayah lain. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun segera merilis analisisnya mengenai penyebab kejadian ini.

Menurut data terbaru dari BMKG, kekuatan gempa yang semula disebut magnitudo 7,1 telah direvisi menjadi M6,4. Episenter gempa berada di koordinat 3,76 derajat Lintang Utara dan 126,95 derajat Bujur Timur. Atau lebih sederhananya, sekitar 40 kilometer arah tenggara dari Melonguane.

Kedalamannya termasuk dangkal, hanya 31 kilometer di bawah permukaan bumi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan penjelasan teknis. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," ujarnya dalam keterangan resmi.

Jadi, pemicunya adalah aktivitas di dalam lempeng itu sendiri, bukan tabrakan antar lempeng. Analisis lebih lanjut menunjukkan mekanisme gempanya berupa pergerakan mendatar turun.

Namun begitu, ada kabar baik. Daryono menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Setidaknya, satu kekhawatiran besar bisa dihilangkan.

Guncangannya sendiri dilaporkan dirasakan di banyak tempat. Mulai dari Tobelo, Sitaro, Morotai, hingga Ternate. Bahkan di wilayah seperti Minahasa Utara dan Bitung pun merasakan getarannya.

Hingga pukul 22.20 WIB malam itu, BMKG mencatat sudah terjadi satu gempa susulan. Kekuatannya M4,6. Situasi terus dipantau, meski sejauh ini aktivitas tampak mereda.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar