Gempa kuat mengguncang kawasan Melonguane di Sulawesi Utara, Sabtu malam (10/1/2026) lalu. Getarannya terasa cukup jauh, hingga ke sejumlah wilayah lain. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun segera merilis analisisnya mengenai penyebab kejadian ini.
Menurut data terbaru dari BMKG, kekuatan gempa yang semula disebut magnitudo 7,1 telah direvisi menjadi M6,4. Episenter gempa berada di koordinat 3,76 derajat Lintang Utara dan 126,95 derajat Bujur Timur. Atau lebih sederhananya, sekitar 40 kilometer arah tenggara dari Melonguane.
Kedalamannya termasuk dangkal, hanya 31 kilometer di bawah permukaan bumi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan penjelasan teknis. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," ujarnya dalam keterangan resmi.
Artikel Terkait
Pengguna Tri Dapat Tukar Poin Jadi Voucher Diskon Hotel Mister Aladin
PNM Dukung Perempuan Solo Bangun Usaha dari Nol hingga Pimpin Bank Sampah
Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal, Persoalan Nuklir Tetap Jadi Batu Sandungan
Aplikasi Access by KAI Kuasai 76% Transaksi Tiket di Kuartal I 2026