MURIANETWORK.COM Bagi PT Saudi Patria Wisata, memberikan layanan terbaik kepada jemaah adalah sebuah komitmen yang terus dijaga. Tahun ini, komitmen itu diuji dengan sejumlah perubahan signifikan.
Momentumnya memang penting. Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan kuota pemerintah menghadapi ujian nyata. Pemicunya? Peralihan kewenangan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Perubahan ini menciptakan dinamika baru yang menuntut adaptasi cepat. Semua pihak harus siap, tak ada ruang untuk kelambanan.
Ada beberapa tantangan konkret yang langsung terasa. Ambil contoh tahap pengisian kuota. Waktunya sangat singkat, hanya sebulan penuh dari 25 November hingga 25 Desember 2025. Cukup mepet. Belum lagi soal persyaratan istithaah yang kini lebih ketat, dengan medical check-up yang terintegrasi penuh dengan Kementerian Kesehatan. Proses ini harus dilalui dengan disiplin dan tepat waktu, tidak boleh ada yang terlewat.
Di tengah arus perubahan itu, Patria Wisata berupaya keras memastikan semua tahapan berjalan mulus. Mereka tak hanya menyesuaikan diri dengan regulasi dari Kementerian Haji dan Umrah RI, tetapi juga harus sinkron dengan deadline dan aturan yang datang dari Kementerian Haji Arab Saudi. Kerja ganda, tekanan berlapis.
Menurut Direktur Utama PT Saudi Patria Wisata, H Faisal Ibrahim Lc MSi, situasi tahun ini sungguh menguji ketahanan.
"Bisa dibilang ini ujian mental dan finansial buat para PIHK. Tapi alhamdulillah, kami di Patria Wisata berhasil melewati fase krusial ini. Kuncinya ada pada komitmen dan soliditas tim," ujar Faisal.
Di sisi lain, pendiri yayasan, H Ahmad Surur, membeberkan rencana ke depan. Tahun ini, perusahaan akan memberangkatkan 196 jamaah yang berasal dari tujuh sektor nasional. Cakupannya luas: Makassar, Jakarta, Kendari, Balikpapan, Solo, Lampung, sampai Semarang.
"Jamaah akan kami berikan fasilitas terbaik. Untuk akomodasi, ada Hotel Pullman Zamzam di Makkah dan Millennium Aqeeq di Madinah. Penerbangannya langsung dengan Garuda Indonesia," jelasnya.
Tak cuma itu, ada sejumlah peningkatan layanan yang coba dihadirkan dibanding musim haji sebelumnya.
Jamaah, misalnya, akan menempati tenda VIP di Mina, tepatnya di Maktab 111. Lokasinya strategis dan terdekat dengan area pelontaran jumrah, yang tentu sangat memudahkan. Patria Wisata juga menanggung pembayaran dam untuk jemaah. Fasilitas transit di Jakarta pun ditingkatkan ke Hotel Anara Bandara, demi kenyamanan optimal sebelum penerbangan panjang.
Pada akhirnya, bagi Patria Wisata, musim haji tahun ini lebih dari sekadar urusan operasional logistik. Ini adalah bukti nyata komitmen mereka dalam menjaga amanah, di tengah dinamika regulasi yang terus bergerak. Profesionalitas dan kualitas pelayanan menjadi harga mati.
"Pengalaman kami lebih dari dua puluh tahun. Itu jadi modal untuk terus berupaya memberikan yang terbaik. Goalnya jelas: memastikan setiap jamaah bisa menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan tentu saja, khusyuk," tutup pengusaha kelahiran Pompanua, Ajangale, tersebut. (kar)
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum