Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:54 WIB
Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan

Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh pada Sabtu (10/1) membuka sejumlah fakta. Salah satunya soal pemulihan listrik pascabencana. Tito Karnavian, sang Ketua Satgas, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih ada lima desa di Aceh yang gelap gulita. Listrik sama sekali belum menyala.

Masalahnya, kata Tito, terletak pada infrastruktur yang hancur. Bukan sekadar gangguan kecil. Tiang-tiang listrik yang menjadi penopang jaringan itu banyak yang ambruk diterjang banjir.

"Jaringan yang menuju beberapa desa, terutama daerah terpencil, itu tiang-tiangnya roboh. Tiang-tiang itu kan hampir tiap 100 meter tiang roboh. Nah itu yang belum hidup,"

Solusi sementara memang mengandalkan genset. Upaya itu sudah dilakukan. "Pemerintah, BNPB, TNI, Polri bantu dengan genset sehingga hidup," jelasnya. Namun begitu, upaya darurat itu rupanya belum menjangkau semua lokasi.

"Tapi ada lima desa yang belum sama sekali hidup. Saya lupa datanya,"

Di sisi lain, situasi di provinsi tetangga tampak lebih baik. Menurut penuturan Tito, kondisi listrik di Sumatera Utara dan Sumatera Barat relatif sudah kembali normal. Pemulihan di sana berjalan lebih cepat.

"Listrik hampir sebagian menyampaikan dari semua kepala daerah ini, di Sumatera Barat hampir semuanya menyatakan sudah oke. Kemudian di Sumatera Utara juga menyampaikan sebagian semuanya hampir semua Bupati, Wali Kota menyatakan listrik on,"

Jadi, fokus sekarang tertuju pada kelima desa di Aceh itu. Tantangannya nyata: memperbaiki tiang-tiang yang roboh di medan yang sulit. Butuh waktu, dan usaha ekstra.

Komentar