Purbaya Sindir Dana Bencana Menumpuk: Saya Ngambek Kalau Uangnya Tak Dipakai

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:15 WIB
Purbaya Sindir Dana Bencana Menumpuk: Saya Ngambek Kalau Uangnya Tak Dipakai

Suasana di ruang rapat Banda Aceh, Sabtu lalu, sempat riuh rendah oleh gelak tawa. Pemicunya? Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang agak kelimpungan saat menyebut nama-nama anggota tim pengarah Satgas Pemulihan Bencana. Dia lupa menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau enggak,” ujar Tito, setengah bergurau. “Nanti kalau beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti.”

Pernyataan itu langsung disambut tawa para peserta rapat koordinasi antara DPR dan pemerintah itu.

Menanggapi candaan koleganya, Purbaya dengan santai membalas. Dia bilang, soal namanya terlupa disebut, itu bukan masalah besar. Tapi, ada hal lain yang benar-benar bisa bikin dia kesal.

“Saya ngambek kalau uangnya sudah disediakan pakai utang, enggak dipakai juga,” tegas Purbaya, nada suaranya lebih serius.

“Jadi saya kumpulin uang banyak, gebukin orang pajak, bea cukai, ditumpuk di sana enggak dipakai. Sementara di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak.”

Ucapan itu sekaligus menjadi sindiran halus sekaligus penekanan. Intinya, persoalan utama di lapangan bukan lagi soal ada atau tidaknya dana. Pemerintah pusat, menurut Purbaya, sudah mengalirkan dana yang cukup signifikan. Untuk Aceh saja, di bulan Januari sudah dikirim dana mencapai Rp1,279 triliun. “Jadi mereka cukup cash untuk geraklah kalau mau,” katanya.

Namun begitu, dia tak menampik bahwa realisasi di lapangan masih tersendat. Kendalanya bukan pada uang tunai, melainkan pada hal-hal teknis seperti administrasi yang berbelit. Itu yang sering memperlambat penyerapan anggaran.

“Jadi sekarang setiap bulan atau setiap awal bulan kita kirim ke daerahnya langsung tanpa permohonan,” jelas Purbaya, mencoba memberi gambaran tentang upaya penyederhanaan. “Kita kirim sesuai dengan data setahun sebelumnya, dari situ kita prediksi. Jadi mereka enggak akan ada kekurangan dana untuk itu.”

Di sisi lain, pesannya kepada pemerintah daerah terdampak bencana cukup jelas: jangan ragu. Anggaran yang sudah ditransfer itu memang untuk dipakai, untuk segera meringankan beban masyarakat. Dalam bencana, waktu adalah segalanya.

“Jadi dana bukan kendala,” tutupnya. “Anda pakai saja.”

Pernyataan itu menggantung di udara. Sebuah ajakan sekaligus tantangan, agar bantuan yang sudah ada tak hanya menjadi angka di laporan, tapi benar-benar menyentuh yang membutuhkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar