Suasana di ruang rapat Banda Aceh, Sabtu lalu, sempat riuh rendah oleh gelak tawa. Pemicunya? Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang agak kelimpungan saat menyebut nama-nama anggota tim pengarah Satgas Pemulihan Bencana. Dia lupa menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau enggak,” ujar Tito, setengah bergurau. “Nanti kalau beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti.”
Pernyataan itu langsung disambut tawa para peserta rapat koordinasi antara DPR dan pemerintah itu.
Menanggapi candaan koleganya, Purbaya dengan santai membalas. Dia bilang, soal namanya terlupa disebut, itu bukan masalah besar. Tapi, ada hal lain yang benar-benar bisa bikin dia kesal.
“Saya ngambek kalau uangnya sudah disediakan pakai utang, enggak dipakai juga,” tegas Purbaya, nada suaranya lebih serius.
“Jadi saya kumpulin uang banyak, gebukin orang pajak, bea cukai, ditumpuk di sana enggak dipakai. Sementara di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak.”
Artikel Terkait
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin
Inggris Tolak Dukung Rencana Blokade AS di Selat Hormuz
Organisasi Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya Soal Ceramah yang Dinilai Resahkan
Walhi: Kenaikan Harga Plastik Tak Otomatis Kurangi Sampah, Perlu Perubahan Sistem