Suasana di ruang rapat Banda Aceh, Sabtu lalu, sempat riuh rendah oleh gelak tawa. Pemicunya? Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang agak kelimpungan saat menyebut nama-nama anggota tim pengarah Satgas Pemulihan Bencana. Dia lupa menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau enggak,” ujar Tito, setengah bergurau. “Nanti kalau beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti.”
Pernyataan itu langsung disambut tawa para peserta rapat koordinasi antara DPR dan pemerintah itu.
Menanggapi candaan koleganya, Purbaya dengan santai membalas. Dia bilang, soal namanya terlupa disebut, itu bukan masalah besar. Tapi, ada hal lain yang benar-benar bisa bikin dia kesal.
“Saya ngambek kalau uangnya sudah disediakan pakai utang, enggak dipakai juga,” tegas Purbaya, nada suaranya lebih serius.
“Jadi saya kumpulin uang banyak, gebukin orang pajak, bea cukai, ditumpuk di sana enggak dipakai. Sementara di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak.”
Artikel Terkait
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun