Di Ancol, tepatnya di Beach City International Stadium, suasana riuh mengisi Rakernas I PDIP sekaligus peringatan hari jadinya yang ke-53, Sabtu lalu. Acara besar itu ternyata jadi momen peluncuran sosok baru: maskot partai bernama Barata.
Wujudnya adalah seekor banteng. Tapi jangan bayangkan banteng liar, karena Barata tampil kekinian. Ia memakai hoodie merah terang warna khas partai yang juga terpampang jelas di logo di dadanya. Lengkap sudah penampilannya dengan celana hitam dan sepatu putih bergaris merah. Penampilannya seperti ingin menyapa kalangan muda, namun tetap mempertahankan simbol kuat yang selama ini melekat.
Menurut sejumlah saksi, proses pemberian nama untuk maskot ini sendiri sudah berlangsung cukup lama. PDIP sebelumnya sempat mengenalkannya tanpa identitas resmi. Lalu, sayembara dibuka untuk publik dari Oktober hingga Desember tahun 2025 untuk mencari nama yang tepat.
Nama "Barata" akhirnya terpilih sebagai pemenang setelah bersaing dengan empat nama lain dalam lima besar. Meski kalah, keempat kontestan yang memberi nama tersebut tetap dapat apresiasi dari partai.
Lalu, apa makna di balik figur ini? M. Prananda Prabowo, putra Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif, hadir untuk menjelaskan. Bagi dia, Barata bukan sekadar gambar atau boneka.
"Banteng Barata melambangkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan, bergerak dengan kesadaran, dan bertindak demi keadilan serta kedaulatan bangsa," jelas Prananda.
Pernyataannya itu sekaligus menegaskan bahwa kehadiran maskot ini adalah buah dari proses kurasi yang panjang. Lebih dari sekadar representasi visual, Barata disebutnya sebagai sebuah komitmen ideologis. Jadi, ini soal narasi yang ingin terus disuarakan.
Di sisi lain, langkah PDIP ini menarik untuk diamati. Di tengah hingar-bingar politik praktis, mereka menyisipkan elemen kreatif yang punya cerita. Barata si banteng ber-hoodie itu kini punya tugas: mengingatkan, menyatukan, dan mungkin, menjadi wajah yang lebih ramah di mata publik.
Artikel Terkait
Mentan Amran Bantah Narasi Negatif soal PSN Pangan di Papua Selatan, Tegaskan Program untuk Ketahanan Pangan Nasional
Amerika Serikat Bantai Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Catat Rekor Baru
Gubernur Sulsel Resmikan Rehabilitasi Irigasi Bengo Paket 2 untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian di Bone
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak