Operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam yang membawa puluhan warga negara Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, resmi dihentikan setelah tim SAR Malaysia tidak lagi menemukan korban tambahan dalam beberapa hari terakhir. Insiden yang terjadi di perairan negara bagian Perak itu menewaskan sejumlah penumpang dan memicu operasi pencarian gabungan selama hampir sepekan.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak mengumumkan penghentian operasi pada Sabtu, 16 Mei 2026. Keputusan itu diambil setelah area pencarian tidak lagi memberikan temuan baru. Operasi SAR sebenarnya telah berlangsung sejak Senin, 11 Mei 2026, atau sehari setelah kapal dilaporkan tenggelam. Pencarian melibatkan unsur gabungan, termasuk Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, hingga komunitas nelayan di sekitar lokasi kejadian.
MMEA Perak menyebut jumlah penumpang dalam kapal diduga tidak sepenuhnya akurat sejak awal. Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa total korban adalah 37 orang, namun angka tersebut diyakini tidak akurat.
Sementara itu, dalam laporan yang dikutip dari Bernama, sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sembilan pria dan tujuh wanita menjadi korban jiwa, dan seluruh jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi serta identifikasi oleh otoritas setempat. Di sisi lain, sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan setelah kapal terbalik di perairan lepas pantai Pulau Pangkor.
Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI menyebut terdapat 14 warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar pencarian usai insiden itu. Seiring proses pencarian berlangsung, sebagian korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara pada Rabu, 13 Mei 2026.
Adapun 23 WNI yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR Malaysia terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan. Mereka berusia antara 21 hingga 48 tahun. Kapal yang membawa para penumpang tanpa dokumen itu tenggelam di perairan negara bagian Perak, Malaysia, dan hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Artikel Terkait
Persiapan Lokasi Pemotongan hingga Syarat Hewan Kurban: Panduan Lengkap Idul Adha yang Aman dan Higienis
Rihanna Pamer Tato Baru di Lutut, Gambarkan Coretan Anaknya sebagai Simbol Kasih Ibu
Cuaca Makassar Rabu Berawan hingga Hujan Ringan, Waspada Potensi Hujan Lebat di Sulsel Bagian Utara dan Timur
Wakil Ketua DPR Desak Pemerintah Segera Pastikan Keselamatan WNI yang Ditangkap Israel di Misi Kemanusiaan ke Gaza