Semuanya berjalan begitu cepat. Tiba-tiba saja ada demonstrasi, lalu laporan ke polisi menyusul. Yang mengejutkan, proses hukumnya langsung bergerak cepat. Pandji Pragiwaksono segera akan dipanggil penyidik, bahkan konferensi pers sudah dijadwalkan. Semua ini, menurut Pandji, bukanlah kebetulan.
Ia menyampaikan empat poin itu dengan nada getir. Bukan di sembarang tempat, melainkan dalam closing statement-nya di tayangan Mens Rea di Netflix. Sebuah platform besar untuk suara yang pedas.
Ucapannya singkat tapi menusuk:
"Kondisi saat ini kita hanya bisa mengandalkan pada diri kita sendiri."
"Kita mau berharap sama siapa?"
Lalu, dengan tekanan yang lebih keras, ia menyebutkan satu per satu: Polisi kita… membunuh. Tentara kita… berpolitik. Presiden kita… mau maafin koruptor. Wakil presiden kita….. Gibran!
Ungkapan itu langsung memicu gelombang di media sosial. Cuitan-cuitan bernada sarkasme bermunculan, seolah mengonfirmasi suasana panas yang melingkupi kasus ini.
Seorang pengguna misalnya, cuma menulis singkat: "Iya lagi," disertai tangkapan layar yang memperlihatkan situasi tersebut. Seolah ini adalah sebuah lelucon yang berulang.
Di sisi lain, muncul analisis yang lebih tajam dari akun lain. Mereka menyoroti kecepatan proses hukum yang tidak biasa. "Barusan banget dapat info," tulisnya, menyebut ada pihak tertentu yang disebutnya 'parcok' yang begitu bernafsu menjebloskan sang komedian.
Menurut cuitan itu, demonstrasi berbayar didanai oleh pihak tersebut menggunakan perantara sipil. "Banyak pihak yang menitipkan ketersinggungannya via parcok," tulisnya disertai tawa terbahak-bahak. Narasi ini, benar atau tidak, menggambarkan betapa rumit dan politisnya atmosfer yang melatari semua kejadian ini.
Artikel Terkait
Mantan Anggota Polri Divonis Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya
Prabowo Perluas Pembelajaran Bahasa Prancis di Seluruh Jenjang Pendidikan, Bakom Sebut Langkah Strategis Global
Ratusan Pelayat Padati Rumah Duka Ryamizard Ryacudu di Cikeas, Jenazah Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata
TNI AD Berduka: Mantan KSAD dan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia