Justru, momen seperti ini harusnya jadi bahan instropeksi yang berharga. Saatnya bermuhasabah, meluruskan niat. Berjuang itu seharusnya hanya karena Allah, titik. Bukan untuk cari pujian, harta, jabatan, atau gelar pahlawan. Fokus kita harusnya satu: bagaimana bisa lebih berkhidmat kepada rakyat.
Jadi, jalan saja terus. Fokus sampaikan kebenaran dan koreksi yang salah. Maju terus ke depan, jangan terlalu sibuk memandang kanan-kiri atau mendengarkan omongan yang justru bikin bising.
Pada akhirnya, perjuangan ini adalah urusan kita sendiri dengan Allah SWT nanti. Saat berhadapan dengan-Nya, yang dihisab adalah amal kita sendiri, bukan amal orang lain.
Kita tak butuh berbagai pembenaran dan apologi. Setiap pengkhianat pasti punya segudang alasan untuk tetap terlihat sebagai pejuang.
Yang perlu kita siapkan cuma satu: hujah kita kelak di hadapan Allah SWT.
Jadi, tetap semangat. Abaikan saja mereka yang memilih menyeberang atau keluar barisan. Perjuangan harus terus dilanjutkan.
Lawan terus praktik ijazah palsu yang sudah mengkooptasi negeri dan jelas-jelas menzalimi rakyat. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung!
Jum'at, 9 Januari 2026
Artikel Terkait
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi
Waspada Cuaca Berubah-ubah, Makassar Berpotensi Hujan Siang hingga Malam