Retreat kedua pemerintahan Prabowo di Hambalang, Selasa lalu, dinilai banyak pihak sebagai sinyal yang kuat. Momentum evaluasi, begitu kira-kira. Pengamat politik Adi Prayitno melihatnya sebagai titik krusial bagi para menteri dan kepala badan untuk benar-benar membuktikan diri. Tahun pertama mungkin masih masa penyesuaian, tapi tahun kedua? Waktunya kerja keras dengan kecepatan penuh.
Publik, menurut Adi, memaknai acara ini sebagai ajang presiden memberi arahan yang terukur. “Kalau di tahun pertama underperform masih bisa dimaklumi, sekarang enggak lagi. Harus tuntas,” katanya.
Ia menegaskan, para pembantu presiden wajib meningkatkan kinerja secara berlipat. Iramanya harus seirama.
Dalam retreat itu, Prabowo menyoroti sejumlah capaian. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut sukses besar. Angkanya fantastis: 99,99% keberhasilan dengan 55 juta penerima manfaat hanya dalam setahun.
Artikel Terkait
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana