Bandingkan dengan Brasil, misalnya. Negeri itu butuh waktu hingga 11 tahun untuk menjangkau 40 juta orang. Di sisi lain, ke depan sasaran MBG bakal diperluas. Tidak hanya untuk anak sekolah dan ibu hamil, tapi juga para guru dan tenaga pendidik.
Namun begitu, Adi menyelipkan catatan kritis. Badan Gizi Nasional diminta waspada. Kendala teknis seperti kasus keracunan atau miskomunikasi politik yang sempat terjadi harus diminimalisir. Jangan sampai menimbulkan resistensi di masyarakat.
Selain MBG, bahasan penting lain adalah penanggulangan bencana. Beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, hingga Jawa Tengah jadi perhatian. Presiden menegaskan Indonesia sebagai bangsa besar yang mampu menyelesaikan persoalannya sendiri.
Menutup ulasannya, Adi berharap eksekusi program di tahun kedua ini bisa jadi stimulus. Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan meroket ke angka 6-7 persen. Target itu dibarengi dengan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?