Indonesia Borong Lahan dan Hotel di Makkah, Hanya 500 Meter dari Masjidil Haram

- Rabu, 07 Januari 2026 | 08:00 WIB
Indonesia Borong Lahan dan Hotel di Makkah, Hanya 500 Meter dari Masjidil Haram

Di tengah hiruk-pikuk persiapan haji, kabar menggembirakan datang dari Arab Saudi. Indonesia, melalui pemerintahnya, baru saja memenangkan lelang untuk sebidang lahan dan sebuah hotel di jantung Kota Makkah. Yang bikin istimewa, lokasinya sangat dekat hanya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengumumkan hal ini dari Hambalang, Bogor, Selasa lalu, menyebut hotel yang dibeli itu sudah siap pakai. Menurut rencana, tahun ini juga bangunan itu bisa digunakan untuk menampung jemaah haji kita.

"Insya Allah sudah bisa kita pergunakan, akan menampung sementara ya," kata Prasetyo.

Dia memperkirakan kapasitasnya cukup besar, bisa menampung sekitar 24.000 hingga 25.000 jemaah. Lumayan, kan?

Namun begitu, itu bukan satu-satunya yang didapat. Ada juga sebidang tanah kosong di lokasi yang sama. Di situlah nantinya impian untuk memiliki ‘Kampung Haji’ Indonesia akan diwujudkan.

Prasetyo mengungkapkan, pemerintah Saudi sebenarnya memberi beberapa pilihan lokasi. Tapi Presiden Jokowi memutuskan untuk mengambil yang terdekat, yang cuma berjarak setengah kilometer dari Masjidil Haram. "Kalau saya tidak salah yang nomor 3," ujarnya.

Lalu, seperti apa wujud Kampung Haji itu nanti?

"Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ," sambungnya.

Harapannya tak berhenti di situ. Prasetyo juga membayangkan adanya food court atau pusat kuliner. Tujuannya jelas: agar jemaah dari Indonesia punya tempat yang representatif dan nyaman. Bukan cuma untuk ibadah haji, tapi juga untuk menunjang jutaan jemaah umrah setiap tahunnya.

Angkanya memang fantastis. Jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta per tahun. Potensi yang sangat besar, tentunya, untuk dikelola dengan baik.

Jadi, dengan adanya aset strategis ini, pelayanan untuk jemaah Indonesia di Tanah Suci diharapkan bakal jauh lebih baik. Lebih dekat, lebih lengkap, dan pastinya lebih membanggakan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar