BRI baru saja mengumumkan pembagian dividen yang benar-benar fantastis. Nilainya mencapai Rp52,1 triliun! Angka yang luar biasa besar ini tentu menjadi kabar gembira bagi para pemegang saham, sebagai buah dari kinerja perseroan yang solid sepanjang tahun 2025 lalu.
Kalau dirinci per saham, total dividen itu setara dengan Rp344. Rinciannya, dividen interim Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun sudah dibayarkan awal tahun ini, tepatnya 15 Januari 2026. Nah, sisanya yang akan dibagikan sebagai dividen final adalah sebesar Rp207 untuk setiap lembar saham.
Reaksi pasar pun langsung terasa. Di perdagangan sore tadi, saham BBRI melesat 3,35 persen ke level Rp3.390. Dengan harga itu, yield dividen finalnya mencapai 6,1 persen. Kalau dihitung total dividen yang dibagikan tahun ini, yield-nya bahkan tembus 10,1 persen. Angka yang sangat menarik bagi investor pencari pendapatan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa keputusan dividen jumbo ini bukan tanpa alasan. Ini adalah bukti nyata keberhasilan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, ditambah dengan pengelolaan risiko yang dijalankan dengan sangat baik.
“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Hery dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).
Besarnya dividen ini merujuk pada laba bersih konsolidasian 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni Rp56,65 triliun. Artinya, rasio pembayaran dividennya sangat tinggi, mencapai 92 persen dari laba bersih tersebut.
Hery juga menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari kontribusi BRI yang lebih luas.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” katanya.
Selain soal dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui enam agenda penting lainnya. Mulai dari persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025, pemberian pelunasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris, hingga penetapan remunerasi untuk mereka.
Ada juga persetujuan penunjukan auditor untuk tahun 2026, delegasi kewenangan untuk menyetujui RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027, serta laporan penggunaan dana dari obligasi berwawasan sosial. Satu hal lagi, rapat menyetujui perubahan klasifikasi saham seri B milik negara menjadi Saham Seri A Dwiwarna, sebagai bentuk kepatuhan pada aturan terbaru.
Kesuksesan BRI meraih laba signifikan ini tak lepas dari fokusnya yang konsisten pada pemberdayaan UMKM. Di sisi lain, transformasi digital yang digeber juga berbuah manis: efisiensi biaya meningkat dan basis nasabah makin meluas hingga ke pelosok negeri.
Dengan keputusan dividen ini, BRI sekali lagi menegaskan posisinya. Mereka bukan cuma bank dengan fundamental kuat, tapi juga emiten yang mampu memberikan imbal hasil optimal bagi para investornya.
Artikel Terkait
Vardy Kembali Alami Degradasi, Cremonese Resmi Turun ke Serie B
Nico Paz Tolak Kembali ke Real Madrid, Pilih Bertahan di Como
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026
Pentagon Revisi Data Korban Operasi Epic Fury: 14 Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran