Trump Klaim Venezuela Bisa Pulih dalam Hitungan Bulan, Asal Maduro Ditangkap

- Selasa, 06 Januari 2026 | 16:10 WIB
Trump Klaim Venezuela Bisa Pulih dalam Hitungan Bulan, Asal Maduro Ditangkap

Dalam sebuah wawancara yang cukup mengejutkan, mantan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan prediksinya soal Venezuela. Menurutnya, infrastruktur energi negara itu bisa dibangun kembali hanya dalam hitungan bulan. Syaratnya? Setelah ada serangan AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Trump membahas hal ini dengan NBC News dan CNN, Selasa lalu. Ia yakin, perusahaan-perusahaan minyak bakal butuh waktu kurang dari satu setengah tahun untuk membenahi semuanya hingga bisa beroperasi normal.

"Saya pikir kita bisa melakukannya dalam waktu kurang dari itu," katanya.

Tapi Trump langsung menambahkan, "Akan membutuhkan banyak uang."

"Sejumlah besar uang harus dikeluarkan. Perusahaan-perusahaan minyak yang akan mengeluarkannya, dan kemudian mereka akan mendapatkan penggantian dari kita atau melalui pendapatan," ujarnya lagi, menggambarkan skema pendanaan yang ia bayangkan.

Di sisi lain, antusiasme Trump ini mungkin tidak sepenuhnya dibagi oleh para pelaku industri. Sumber-sumber di sektor minyak yang dihubungi CNN justru bersikap hati-hati. Mereka kemungkinan besar tidak akan langsung terjun. Situasi di lapangan masih dianggap sangat tidak pasti, bahkan kacau. Belum lagi sejarah kelam Caracas yang kerap menyita aset-aset minyak milik AS.

Selain soal minyak, Trump juga menyentuh masalah politik. Dalam wawancara yang sama, ia menegaskan Venezuela tidak akan menggelar pemilu baru dalam 30 hari ke depan. Alasannya, AS harus "memperbaiki" negara tersebut terlebih dahulu.

"Kita harus memperbaiki negara ini dulu. Anda tidak bisa menggelar pemilu. Tidak mungkin rakyat bisa menggunakan hak suaranya," ucap Trump.

"Itu akan membutuhkan waktu," cetusnya. "Kita harus -- kita harus memulihkan kesehatan negara ini."

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar