Lalu, seperti apa wujud Kampung Haji itu nanti?
"Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ," sambungnya.
Harapannya tak berhenti di situ. Prasetyo juga membayangkan adanya food court atau pusat kuliner. Tujuannya jelas: agar jemaah dari Indonesia punya tempat yang representatif dan nyaman. Bukan cuma untuk ibadah haji, tapi juga untuk menunjang jutaan jemaah umrah setiap tahunnya.
Angkanya memang fantastis. Jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta per tahun. Potensi yang sangat besar, tentunya, untuk dikelola dengan baik.
Jadi, dengan adanya aset strategis ini, pelayanan untuk jemaah Indonesia di Tanah Suci diharapkan bakal jauh lebih baik. Lebih dekat, lebih lengkap, dan pastinya lebih membanggakan.
Artikel Terkait
Pidie Jaya Terendam Lagi, Warga Minta Normalisasi Sungai Segera Dikerjakan
Swasembada Pangan 2025: Tonggak Kedaulatan di Tengah Perang Global Pangan dan Energi
Kejagung Turun Tangan, Data Perubahan Fungsi Hutan Diperiksa
Angin Kencang dan Hujan Deras Robohkan Lima Rumah di Tambakrejo